SAS Institute dan UNJ Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Biografi 70 Tahun Prof. Said Aqil Siroj Membangun Peradaban

0
10

EDURANEWS, Jakarta- Said Aqil Siroj Institute (SAS) bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar acara peluncuran dan bedah buku “Kiai Pesantren Membangun Peradaban: 70 Tahun Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA”.

Buku ini merupakan karya Dr. Sa’dullah Affandy dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial UNJ sekaligus Direktur Eksekutif SAS Institute.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Februari 2024 ini bertempat di Aula Latif Hendraningrat, Gedung Dewi Sratika Lantai 2, Kampus A UNJ.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan UNJ, tokoh agama, perwakilan organisasi masyarakat (ormas), insan media, dan masyarakat umum.

Narasumber bedah buku antara lain Fachry Ali, Prof. Nadirsyah Hosen, dan Prof. Rokhmin Dahuri. Turut hadir pula Rektor UNJ Prof. Komarudin beserta pimpinan di lingkungan UNJ serta juga Prof. Said Aqil Siroj.

Selain itu Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin juga memberikan sambutan melalui tapping video secara daring.

Buku karya Dr. Sa’dullah Affandy ini terdiri dari lima BAB yang mengulas tentang perjalanan hidup Prof. Said Aqil Siroj. BAB 1 berisi riwayat hidup, BAB 2 perjuangan dan pemikiran, BAB 3 meneguhkan sikap nasionalisme, BAB 4 membangun keindonesiaan, dan BAB 5 konsistensi bersikap dan bertindak, serta juga catatan  lampiran pidato pada Pembukaan Muktamar Ke-34 NU di Bandar Lampung 2021.

Tokoh yang akrab dipanggil Kang Said, demikian sapaan khas “Wong Cerbon”, merupakan salah satu “ulama besar” yang dimiliki kaum Nahdliyyin. Buku ini mengulas perjalanan hidup, kisah perjuangan, dan cakrawala pemikirannya.Tidak hanya itu, pengabdian, perjuangan, dan pengorbanan untuk kemanusiaan juga dibahas.

Banyak hal yang dapat pembaca ambil dari tauladan sosok Kang Said sebagai pecinta ilmu, penggemar baca kitab dan buku, senang berdiskusi dan berorganisasi, serta berwawasan luas.

Kang Said juga akrab dengan Gusdur. Dimana Gusdur mengajak Kang Said untuk beraktivitas di Nahdlatul Ulama. Pada saat itu pula, di tahun pertamanya aktif, Kang Said diamanahi sebagai Wakil Katib Aam PBNU.

Gusdur mempromosikan Kang Said dengan sebutan “Doktor muda NU yang berfungsi sebagai Kamis berjalan dengan disertasi lebih dari 1000 referensi”.

Pada sambutan pembuka, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ mengatakan bahwa sosok Buya Said adalah ulama dan guru bangsa yang pemikirannya orisinil dan komprehensif.

Menurutnya Buya Said merupakan jembatan dan teladan dalam memperjuangkan keislaman yang moderat dalam bingkai kebhinekaan NKRI.

Buku biografi Prof. Said Aqil Siroj yang ditulis oleh Dr. Sa’dullah Affandy ikata Prof Komarudin menjadi oase pembuka sekaligus petunjuk jalan bagi generasi kedepan, khususnya mengenai Islam Nusantara.

Dalam sambnutannya Prof. Said Aqil Siroj mengatakan bahwa kehadiran buku biografi ini bukan bermaksud untuk pamer, riya’ atau ujub, apalagi membanggakan diri. Menurutnya hanyalah semata-mata Sebnagai catatan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku, baik yang sukses maupun yang tidak.

“Dari buku ini, semoga ada yang bisa diambil manfaat dan hikmahnya untuk menjadi pelajaran para pembaca, khususnya anak-cucu saya dan santri-santri saya sendiri, “ucap
Prof. Said Aqil Siroj.

Sementara itu Dr. Sa’dullah Affandy dalam sambutannya mengatakan bahwa Kang Said adalah tokoh istimewa yang dimiliki NU. Menurutnya keistimewaan itu terletak pada sumbangsih pemikiranya untuk bangsa ini tak terbilang, mulai dari masalah nasionalisme berkeadilan, Islam yang toleran dan damai, pendidikan yang maju dan berperikemanusiaan, hingga humanisme universal.

“Semua itu adalah cerminan dari ide-ide pokok Kang Said yang tertuang dalam konsep Islam Nusantara. Selaku penulis, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terbitnya buku ini, diantaranya Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ. Semoga buku ini bermanfaat dan memberikan pencerahan kepada pembacanya. Aamin” ungkap Dr. Sa’dullah Affandy.

_________________________________________________________________________

Kontributor: Syaifudin

Editor: Rizky Pujianto