Alm. Prof Sarkadi Sang Guru yang Berdedikasi Visioner Untuk Kampus

0
2

Penulis: Syaifudin, Saat ini aktif sebagai Dosen sekaligus Sekretaris EDURA UNJ

“Posisi amanah kita di tempat kerja itu hanya sementara, begitu juga dengan pangkat dan gelar kita ada batasnya. Namun cara kita memperlakukan orang lain akan selalu di ingat sepanjang hayat ”

Saya mengenal almarhum Prof. Sarkadi sejak tahun 2007 lalu. Dimana saat saya masih berstatus mahasiswa Jurusan Sosiologi FIS UNJ dan almarhum menjabat sebagai Wakil Dekan 3 FIS UNJ.

Selama almarhum menjabat WD 3, almarhum selalu mengajak berdiskusi terkait dengan strategi peningkatan prestasi mahasiswa di bidang karya tulis mahasiswa. Dimana saat itu saya mengikuti organisasi Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) yang aktif bersama teman-teman LKM yang lain mengikuti ajang program karya tulis mahasiswa dan juga aktif menulis di media massa serta majalah Humas Kampus, yang dimana almarhum ingin kultur menulis mahasiswa FIS saat itu terbangun dengan baik.

Hasil diskusi dengan almarhum menghasilkan kebijakan bagi setiap mahasiswa FIS yang mengajukan beasiswa wajib menulis dan mengikuti karya tulis mahasiswa. Dari kebijakan ini, tahun 2008 tingkat proposal karya tulis mahasiswa FIS meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya, bahkan FIS peringkat ke 3 setelah FMIPA dan FE dengan partisipasi pengajuan karya tulis ilmiah di UNJ.

Hasil diskusi dengan almarhum pun kemudian mendorong saya membuat lembaga penalaran dan penulisan di level FIS, akhirnya lahirlah Pusat Studi Mahasiswa (Pusdima) di FIS. Almarhum sangat ingin budaya akademik di kalangan mahasiswa FIS saat itu terbangun dan banyak juara pada lomba karya tulis mahasiswa di level nasional. Bahkan almarhumlah yang mendorong saya mengikuti kompetisi mahasiswa berprestasi (Mawapres) walau tidak menang di tingkat nasional.

Keinginan kuat membangun budaya akademik fakultas juga terlihat saat almarhum mengajukan diri berkompetisi dalam pemilihan Dekan FIS tahun 2015 lalu. Almarhum menghubungi saya untuk berdiskusi diluar kampus terkait program-program yang visioner untuk memajukan fakultas.

Gagasan almarhum untuk memajukan fakultas sangat luar biasa, namun memang sayang saat pemilihan almarhum selisih sedikit kalah suara dengan calon dekan yang lain. Saat itu Prof. Zid mendapat suara sedikit lebih unggul dari almarhum. Namun dedikasi almarhum untuk budaya akademik fakultas dan kampus tidak pernah surut.

Hal ini terbukti saat almarhum menjabat sebagai Koorpus KKN & P2M LPPM UNJ pada tahun 2019. Dimana dedikasi almarhum ditunjukan dengan selalu aktif mendampingi dan membimbing mahasiswa dalam berbagai kegiatan KKN dan P2M. Bahkan saat pandemi Covid-19 tahun 2020, almarhum juga turut terlibat aktif untuk memberikan manfaat peran kampus untuk masyatakat terdampak pandemi melalui UNJ Peduli. Almarhum sangat komitmen atas amanahnya menjadi Koorpus KKN dan P2M LPPM UNJ saat itu dan bahkan kemajuan yang luar biasa ditengah tantangan pandemi Covid-19, almarhum dapat mengakselerasi program – program pemberdayaan masyarakat dari dosen – dosen UNJ.

Ditengah kesibukan almarhum atas amanahnya tidak membuat surut untuk mengurus dunia akademik almarhum, hal ini terbukti di tahun 2020 keluar SK Guru Besar almarhum yang kemudian karena dinamika kebijakan pandemi Covid-19 saat itu baru dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Pembelajaran PPkn dengan judul orasi ilmiah “Urgensi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Terhadap Kompetensi Pembelajaran Abad 22” pada 5 Oktober 2021 bersama dengan koleganya sesama Prodi PPKN, yaitu Prof. Etin Solihatin yang dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang ilmu Teknologi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Lalu tahun 2021, almarhum menghubungi saya untuk berdiskusi perihal pendaftaran pencalonan Dekan FIS UNJ Periode 2021-2025. Terlihat komitmen dan dedikasi almarhum untuk memajukan fakultas dengan berbagai program yang akan dijalankan almarhum saat terpilih menjadi Dekan FIS UNJ. Syukur alhamdulillah, almarhum memperoleh suara terbanyak dan terpilih sebagai Dekan FIS UNJ. Selepas pelantikan Dekan, almarhum langsung tancap gas membenahi fakuktas dengan komitmen program – programnya, termasuk program internasionalisasi yang salah satunya bernama Program Eurasia.

Sampai akhirnya almarhum pada 18 Oktober 2023 dilantik dan diamanahkan sebagai Wakil Rektor UNJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk periode 2024 – 2027 dibawah kepemimpinan Prof. Komarudin sebagai Rektor UNJ.

Baru menjabat 6 bulan sebagai Wakil Rektor UNJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, banyak peningkatan pada prestasi mahasiswa UNJ dan khususnya almarhum sangat peduli mengawal setiap aksi mahasiswa UNJ. Almarhum pernah menyampaikan ke saya bahwa almarhum sangat kuatir dengan mahasiswa jika terjadi sesuatu saat aksi demonstrasi. Bahkan saat acara Deklarasi Rawamangun di bulan Februari 2024 lalu, almarhum terus memantau sampai akhir kegiatan untuk memastikan keamanan dan suasana kondusif selama kegiatan aksi.

Almarhum pada 29 April 2024 lalu sempat berkirim pesan whatsApp untuk berdiskusi terkait dinamika kampus yang dimana kampus digunakan untuk politik praktis oleh pihak tertentu. Almarhum ingin suasana kondusif kampus terjaga dan tidak digunakan oleh kepentingan pihak tertentu. Sehingga dari hasil diskusi dengan almarhum tercetus beberapa strategi program. Namun rupanya belum juga merealisasikan program untuk kondusifitas kampus, Allah SWT lebih sayang dengan almarhum. Dimana pada 7 Mei 2024 sekitar pukul 13.30 WIB – 14.00.WIB, almarhum harus meninggalkan dunia ini dan gagasan besar untuk kampus.

Rasanya kaget dan tidak percaya, sebab siangnya sekitar pukul 12.00 WIB masih bertegur sapa di Loby Rektorat UNJ, namun selang beberapa jam saat saya sedang diruangan Rektor, terdapat kabar almarhum pingsan tidak sadarkan diri dan ternyata almarhum sudah meninggalkan kita semua orang – orang yang mencintai kebaikan dan dedikasi almarhum sebagai pendidik dan untuk almamater UNJ.

Setiap jiwa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Kita terlahir dengan satu cara, namun kematian menjemput dengan berbagai cara. Sehebat apa pun kita rasa, tidak ada yang istimewa. Kita semua sama-sama bernapas dan berdarah. Hari ini menggenggam kehidupan, esok mungkin menggenggam kematian.

Selamat jalan guru saya Prof. Sarkadi. Saya bersaksi Prof. adalah orang baik dan tentunya saya akan merindukan suasana diskusi yang hangat dan visioner untuk kemajuan kampus.

Syaifudin
Jakarta, 8 Mei 2024.

_______________________________________________________________