Prof Evy Clara: Pentingnnya Peran Keluarga dalam Ketahanan Pendidikan Anak Menyongsong Generasi Emas 2045

0
78
Foto: Prof Evy Clara saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya di Aula Latief Hendraningrat UNJ (23/11).

EDURANEWS, JAKARTA-Menurut Prof Evy Clara peran keluarga masih sangat dominan dalam isu ketahanan pendidikan  terutama dalam menyambut generasi emas Indonesia 2045. Dirinya menyebut peran keluarga menjadi elemen penting dalam menentukan peluang dan tantangan menghadapi bonus demografi 2045 mendatang.

Hal ini dirinya sampaikan dalam pengukuhan guru besarnya dengan membawa Orasi ilmiah bertema “Peran manajemen Sumber Daya Keluarga terhadap Ketahanan Pendidikan Anak dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045” di Aula latief Hendraningrat kampus UNJ (23/11).

Prof Evy juga mengungkapkan hasil kajiannya mengenai ketahanan pendidikan yang sebenarnya sangat didukung oleh kemauan, minat dan motivasi anak. Meski demikian dirinya mengungkapkan bahwa faktor seperti aspirasi pendidikan maupun dorongan keluarga juga berperan dalam menangani isu ketahanan pendidikan.

Perhatian terhadap ketahanan pendidikan anak menjadi isu yang penting saat ini terutama wacana bonus demografi dan generasi emas Indonesia di Tahun 2045.

Menurut Prof Evy bahwa tanpa dukungan sektor pendidikan yang berkualitas maka bonus demografi akan menyisahkan tantangan, namun sebaliknya jika keunggulan SDM dan ketersediaan lapangan kerja tersedia maka bonus demografi akan menjadi peluang positif.

Dengan kenyataan itu Prof Evy mempercayai bahwa peran pendidikan menjadi sektor terdepan menyambut face bonus demografi dengan perkiraan pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia mencapai 318.96 juta jiwa, dimana penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) berjumlah 207.99 juta jiwa.

Prof Evy menyebut pembangunan pendidikan dapat menjadi alternatif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas. Hal ini tidak hanya ditenggarai oleh meningkatkan penuntasan angka partisipasi pendidikan pada jenjang pendidikan akan tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan.

“Permasalahannya adalah bagaimana mempebaiki kondisi lingkungan kelaurga agar memiliki aspirasi dan mendorong pendidikan anak, sehingga anak akan terdorong motivasi dan minatnya dalam melaksanakan pendidikan,” katanya.

Pasalnya menurut Prof Evy bahwa ketahanan pendidikan yang kuat akan berdampak pada internalisasi nilai dan norma ke dalam diri anak dan menjadi pedoman dan filterisasi perilaku yang dianggap buruk.

Namun demikian sebaliknya bahwa jika ketahanan pendidikan lemah, anak cenderung memiliki karakter yang lemah dan mudah terpengaruh oleh perbuatan negatif.

Pencapaian pembangunan sumber daya manusia memerlukan peningkatan peran kelaurga dalam mengelola sumber daya ekonomi, non-ekonomi dan waktu untuk mendorong dan mencitpakan ketahanan pendidikan yang kuat.

Sejalan dengan itu menurut Prof Evy dalam mewujudkan generasi emas 2045 pada sektor pendidikan maka diperlukan peran keluarga yang sadar dan terencana memperkuat ketahanan pendidikan.

Prof Evy dikukuhkan sebagai guru besar pada bidang kepakaran ilmu sumber daya keluarga, Fakultas Ilmu Sosial yang sudah mengabdi di UNJ sejak tahun 1984.

Selama pengabdiannya prof Evy Clara pernah menjabat sebagai ketua jurusan sosiologi selama dua periode terhitung sejak tahun 2007 hingga 2015.

Tidak hanya aktif dalam kampus, Prof Evy juga pernah terlibat sebagai Ketua forum komunikasi program studi pendidikan sosiologi dan antropologi Indonesia dan pernah menerima penghargaan Presiden RI melalui Karya Satya Lencana 30 tahun.

Sebagai guru besar pada bidang kepakaran sumber daya keluarga, sejauh ini dirinya telah benyak menorehkan karya pada berbagai publikasi baik buku maupun jurnal pada bidang kajian sosiologi keluarga.