Rektor UNJ: Menjadi Universitas kelas Dunia Adalah Keniscayaan

0
143
Foto: Rektor UNJ Prof Komarudin tengah menyampaikan orasi pembuka pada sidang terbuka pembukaan dies natalis UNJ ke-59 di Aula Latief Hendraningrat, kampus A UNJ.

EDURANEWS, JAKARTA-Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Komarudin menyampaikan dengan pengalaman, kematangan dan perolehan prestasi UNJ saat ini adalah gambaran kesiapan UNJ menuju kampus kelas dunia.

Hal ini dirinya sampaikan dalam sambutan sidang terbuka pembukaan dies natalis UNJ ke-59 di Aula latief Hendraningrat, kampus UNJ, Rawamangun, jakarta Timur (16/05).

Mengusung tema “Menuju Universitas Kelas Dunia” Prof Komarudin menyebutkan tema tersebut merupakan sebuah komitmen UNJ untuk terus mengembangkan dan memantapkan diri menuju Perguruan Tinggi Negeri berkelas dunia.

“Ikhtiar menuju perguruan tinggi kelas dunia harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, menghasilkan iklim akademik yang kuat dan bermutupublikasi ilmiah yang berkembang dengan luaran yang berdampak kepada masyarakat dan kulminasi semua itu dapat meraih world class University,”katanya.

Foto: (dari kiri ke kanan) Prof Dedi Purwana Direktur Pascasarjana UNJ, Menpan-RB Abdullah Azwar Anas, Rektor UNJ Prof Komarudin , dan Sekjen Kemendikbudristek Ir. Suharti Ph.D.

Prestasi dan Visi Besar UNJ Kedepan

Dalam rangka membangun visi kampus kelas dunia Prof Komarudin menyampaikan perihal prestasi UNJ saat ini. Dirinya menyebut hal ini merupakan bentuk kematangan dan pengalaman UNJ menuju kampus kelas dunia.

Pencapaian tersebut diantaranya pada Tahun 2021 UNJ meraih predikat akreditas unggul. Selain itu UNJ juga meraih peringkat ke-39 nasional dari 3.381 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia versi Webometrics 2023.

Tidak hanya itu, UNJ juga meraih peringkat ke-32 nasional dari 3.381 PT di Indonesia versi Scimago Ranking University 2023. Juga peringkat ke-6 PTN terbaik di Indonesia berdasarkan subyek pendidikan versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2022.

Peringkat ke-3 secara nasional PTN peraih predikat Intellectual property Right (IPR) atau hak kekayaan intelektual (HKI) tahun 2020 dan konsisten hingga saat ini.

Selain itu juga UNJ adalah salah satu kampus yang ditunjuk bersama enam PTN lainnya  sebagai penyelenggara Pelatihan Pekerti dan AA dalam meningkatkan kompetensi dosen. Serta menurut Rektor UNJ juga meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian dari kantor akuntan publik (KAP) selama lima tahun berturut-turut.

“Tentu ini rpestasi ditingkat makro, dan masih banyak lagi prestasi yang tidak mungkmin diuraikan disini,”katanya.

Hal penting yang perlu diingat dalam momen dies natalis UNJ ke-59 menurut Rektor UNJ adalah bahwa UNJ menjadi salah satu kampus yang meletakan peta jalan pembangunan pendidikan nasional melalui prasasti “kota mahasiswa”  yang mandatkan oleh Presiden  Soekarno.

Dalam penutupnya, Rektor UNJ mengingatkan besarnya pencapaian tersebut tidak lantas membuat kita menjadi lupa diri. Melainkan hal ini dapat menjadi motivasi untuk dapat terus lebih maju lagi kedepannya.

“Jika kita hanya menjadi peniru dan pengikut, maka kita hanya akan berada di belakang, dan dies natalis ini hendaknya menjadi momen untuk evaluasi diri sekaligus menguatkan visi menuju kampus kelas dunia,”tutupnya.

Selain itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas menyebut berbenah dalam kondisi ketatnya persaingan kampus saat ini adalah kunci menuju kampus kelas dunia.

“Persaingan Perguruan Tinggi kedepan akan semakin kompetitif dan tantangannya juga banyak,”katanya.

Dirinya menghimbau agar kampus mesti fokus dalam membuat strategi pembelajaran dan mendorong penciptaan ekosistem pembelajaran yang sehat dan unggul dikampus.

Dirinya juga menghimbau agar kampus menggulirkan program kewirausahaan (intrepreneurship) kepada mahasiswa mulai sejak dini, karena kedepan penyerapan tenaga kerja sangat terbatas.

Mantan Bupati Banyuwangi yang meraih beragam prestasi, Azwar Anas mendorong UNJ dalam peringatan dies natalis ke-59 agar dapat terus bersinergi menciptakan SDM unggul dan berkualitas.

“UNJ posisinya strategis dan akan banyak membantu pemerintah melalui terobosan dan langkah yang dilakuakan,”katanya.

Birokrasi Harus Berdampak

Dalam orasinya Azwar Anas menyebutkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar birokrasi sebagai representasi pelayanan publik kedepan harus berdampak kepada rakyat banyak.

Terutama dirinya menyebutkan problem kerumitan dan birokratisasi yang memudahkan berusaha harus diutamakan, hal itu dirinya contohkan melalui pentingnnya peran digitalisasi saat ini.

Azwar Anas beharap di hari jadinya yang ke-59, UNJ harus terus meningkatkan kualitas ditengah kompetisi yang semakin ketat dan beharap terus berkontribusi menciptakan SDM sesuai harapan bangsa.