dr. Ruliando: Mengemban Tanggung Jawab Kesehatan LPTK CUP-UNJ 2021

0
576
Foto: Dr. dr. Ruliando Hasea Purba, MARS, Sp. KFR Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Universitas Negeri Jakarta Tengah memantau pelaksanaan swab Antigen panitia Kejuaraan LPTK CUP-UNJ 2021

EDURANEWS, Jakarta- Menjalankan event olahraga bergengsi LPTK CUP-UNJ 2021 masa pandemi bukan hal mudah. Akan tetapi, menurut dr. Ruliando, tekad dan strategi pengetatan protokol kesehatan dapat menjadi kunci sukses aman dari bahaya pandemi.

Tentu semua itu perlu pendampingan tenaga kesehatan yang berpengalaman. Pengawalan kesehatan dalam kegiatan bergengsi LPTK CUP-UNJ itu tidak terlepas dari peran tenaga medis dan satgas covid-19 UNJ yang di kepalai oleh dr. Ruliando Hasea Purba.

Hal itu yang menjadi kunci sukses aman dan sehat dalam setiap event UNJ terutama dalam penyelenggaraan kejuaraan LPTK CUP-UNJ ke-10 tahun 2021

Foto: Tim DOkter UNJ melakukan tes swab pada panitia LPTK CUP-UNJ 2021

Ruliando memiliki pengalaman penting dalam bidang kesehatan, khususnya dalam menangani cidera olahraga yang membuat dirinya dikenal sebagai dokter cidera olahraga.

Dr. dr. Ruliando Hasea Purba, MARS, Sp. KFR merupakan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Universitas Negeri Jakarta, Kepala Klinik Pratama UNJ , Ketua Satgas covid-19 UNJ, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ, serta pembimbing organisasi kemahasiswaan KSR-UNJ.

“Sekarang ini kita masih dalam level PKKM satu, meski begitu kita tetap mengutamakan protokol kesehatan, jangan sampai kegiatan LPTK CUP-UNJ menimbulkan cluster covid-19 baru,”katanya.

Menurut dr. Ruliando, protokol kesehatan ketat LPTK CUP-UNJ 2021 meliputi pemeriksaan sertifikat vaksin lengkap dua kali, membuktikan swab PCR negatif sebagai langkah awal penerimaan tamu undangan kejuaraan LPTK CUP-UNJ 2021.

“Pada saat pemain akan bertanding diharuskan melakukan swab kembali secara gratis, setelah itu, ketika kegiatan selesai, para peserta akan diarahkan untuk melakukan swab PCR yang sudah terkoneksi dengan sistem aplikasi PeduliLindungi. Sehingga para peserta bisa beraktifitas dan pulang dengan aman dari covid-19,”katanya.

dr. Ruliando, menggambarkan jika kemudian salah satu peserta terkonfirmasi positif, maka akan dilakukan tes swab PCR dan jika hasilnya masih positif, maka akan diisolasi di Wisma Atlet DKI Jakarta,”tuturnya mengacu pada hasil koordinasi Dinkes DKI Jakarta.

Ruliando juga menceritakan bahwa dirinya selalu terlibat dalam setiap kegiatan kejuaraan olahragaUniversitas Negeri Jakarta sebagai panitia tenaga kesehatan Universitas.

“Saya masih terus mengemban tugas sebagai kepala kesehatan dari empat Rektor sebelumnya yang mempercayakan saya sebagai kepala klinik Pratama UNJ,”katanya.

Selain itu, dr. Ruliando juga mendayagunakan unit organisasi kemahasiswaan bidang kesehatan KSR-UNJ untuk membantu divisi kesehatan UNJ dalam event besar seperti penyelenggara LPTK CUP-UNJ 2021. Selama penyelenggaraan event tersebut, dr. Ruliando sudah menyiapkan tiga unit mobil ambulan.

“satu unit ambulan khusus covid-19,  dan dua unit ambulan diperuntukan bagi pasien cidera olahraga atau yang membutuhkan penanganan bekerjasama dengan rumah sakit rujukan,”katanya.

Dr. Ruliando merupakan sosok berpengalaman dalam menjadi tenaga medis di Universitas Negeri Jakarta. dr. Ruliando sudah mempersiapkan hal terkait kesehatan seperti peralatan kesehatan, obat-obatan dan penempatan tenaga medis kesehatan disetiap lapangan cabang olahraga.

“petugas kesehatan kami akan selalu mengawasi dipinggir lapangan,”katanya.

Dr. Ruliando berharap kegiatan besar LPTK CUP penyelenggara UNJ berjalan dengan lancar dan semua peserta selalu dalam keadaan sehat.

“Saya selalu mengawasi dalam menjaga kesehatan peserta LPTK CUP-UNJ, dan pada saat pertandingan, saya yang akan terjun langsung ke lapangan mengawasi  dan menjaga kesehatan para peserta kejuaraan,”katanya.

Pengalaman dan jam terbangnya dalam menangani cidera olahragavmembuat  dr. Ruliando dikenal sebagai dokter cidera olahraga di UNJ. Tidak hanya itu, dr. Ruliando juga kerap terlibat sebagai tenaga kesehatan pada kejuaraan-kejuaraan olahraga nasional, seperti PON Papua 2021 lalu.

dr. Ruliando juga kerap ditemui para atlet papan atas nasional maupun artis, baik untuk melakukan terapi kesehatan maupun menangani cidera akibat olahraga serta menjadi informan rujukan bagi media dalam beberapa hal analisa medis pada cidera olahraga.

Pesan Sehat dr. Ruliando

Dr. Ruliando juga memberikan tips sehat agar terhindar dari luka berat akibat cidera dalam berolahraga harus utamakan pemanasan fisik, melakukan latihan rutin dan berkala serta menggunakan alat olahraga yang ringan dapat membantu mengurangi resiko cidera saat berolahraga.

“Misalnya raket terlalu berat, bisa menimbulkan cidera,”katanya.

Menurut dr. Ruliando dalam penanganan cidera seperti yang dialami oleh kipper Persela Lamongan hingga meninggal itu beberapa tahun silam. dr. Ruliando berpesan tenaga medis harus memahami konteks cidera dalam rangkaian kejadian yang dialami pamain sehingga bisa menentukan titik analisa dan menentukan penanganan secara tepat.

menurutnya, tindakan seperti pengecekan nadi, jalan nafas, kemudian pernafasannya adalah penanganan merupakan pertolongan pertama pada cidera olahraga.

dr. Ruliando bahkan secara tegas menyebut bagi seorang tenaga kesehatan dalam kegiatan olahraga ketika menggotong pasien cidera tidak bisa sembarangan. Menurutnya, menggotong pasien cidera memiliki strategi. “salah-salah bisa fatal,”tegasnya.

Dr. Ruliando saat ini melakukan praktek kedokteran di medical room gelanggang olahraga Universitas Negeri Jakarta mengembangkan bidang keilmuan sport medicine.

Saat ini, UNJ tengah serius mengembangkan sport science dalam meningkatkan mutu, prestasi dan keilmuan atlet olahraga UNJ dan dr. Ruliando merupakan mengampu sport medicine Universitas Negeri Jakarta, salah satu cabang sport science UNJ.