Rektor UNJ Komarudin : Institusi Pendidikan Memiliki Peran Penting dalam Hal Mentransmisikan Nilai HAM dan Perdamaian

0
117

Pendidikan HAM dan Perdamaian diperlukan agar mampu menciptakan manusia Indonesia yang memiliki kompetensi global dan menghayati nilai-nilai Pancasila

Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengawali perkuliahan dengan mengadakan webinar bertajuk, “Integrasi Nilai-Nilai HAM dan Perdamaian dalam Transformasi Pendidikan Menuju SDM Unggul” (2/9). Webinar ini menghadirkan Ketua Komite Senat UNJ Prof. Hafid Abbas, dan Sekretaris Dirjen Perguruan Tinggi Paristiyanti Nurwardini dan dimoderatori oleh Prof. Ivan Hanafi.

“Menurut saya topik ini sangat tepat di tengah kondisi kekinian yang terdistrupsi teknologi,” kata Rektor UNJ Komarudin dalam pengantar diskusi, “Dalam konteks ini institusi pendidikan memiliki peran penting dalam hal mentransmisikan nilai HAM dan perdamaian,” lanjutnya.

Peran ini bisa diimplementasikan dengan pengembangan melalui karya ilmiah dan pemikiran inovatif mahasiswa dan dosen, mengedukasi dan mengadvokasi  masyarakat. Secara khusus pusat kajian program magister pendidikan pascasarjana UNJ di bidang HAM juga dibentuk melengkapi terintegrasinya pendidikan HAM dan perdamaian. 

Memetik nilai dasar

Nilai dasar perikemanusiaan dapat diambil dari nilai-nilai pancasila. Menurut Prof Hafid, nilai perikemanuasiaan memiliki nilai lebih mendalam dari hak asasi manusia. 

“Kita ingin melihat social justice sebagai esensi persoalan hak asasi manusia untuk menjadi panduan bagi seluruh manusia,” ungkap Prof Hafid. Nilai-nilai itu dapat dari perspektif sejarah yang ditorehkan Soekarno dan Hatta di gerakan Non Blok. 

Menurut Prof. Hafid pentingnya pengelolaan yang sungguh-sungguh sumber daya manusia dan juga hadirnya institusi pendidikan menjadi “the brain of nation”. 

“UNJ hadir di tengah-tengah ibukota mestinya memberikan inspirasi bagi negeri ini,” ungkap Prof. Hafid.

Bagi Prof. Hafid bulan September menjadi momentum untuk mengingat. Bung Karno 15 September 1963 datang ke kampus ini (IKIP UNJ) meletakan marmer bertuliskan “Kota Mahasiswa“. Dalam pemikiran Bung Karno, UNJ menjadi pusat intelektualitas negara dan bangsa. Menurut Prof Hafid, UNJ memiliki kriteria ini.

SDM unggul

Revolusi Industri 4.0 menciptakan perubahan ribuan lebih cepat dibandingkan revolusi industri sebelumnya. Maka diperlukan manusia yang cepat, fleksibel, cerdik dan menguasai ilmu dan teknologi. Indonesia memiliki bonus demografi menjadi peluang yang mesti dimanfaatkan dalam bidang SDM. Pekerjaan menuju kepada otomatisasi, programing dan digitalisasi.

“Jika kita bisa memanfaatkan kesempatan dalam bidang digital maka Indonesia bisa menjadi negara dengan perekonomian ke 7 pada tahun 2030,” kata Paristiyanti.

Menurut Paristiyanti, untuk menciptakan SDM unggul Indonesia seperti apa yang diungkapkan Mendikbud Nadiem Makarim adalah pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. 

Paristiyanti juga menjelaskan tantangan ke depan pendidikan dalam HAM dan Perdamaian adalah mengenai SDM yang berbasis big data. Indonesia harus menyiapkan SDM yang mampu menciptakan 3D printing untuk pendidikan, kesehatan, militer, teknologi informatika, sekuriti siber. 

“Menyarankan untuk UNJ memperbanyak mata kuliah programer yang terkait dengan digitalisasi apapun program studinya,” ucap Paristiyanti.

Prof. Nadiroh menyatakan ada integrasi antara pendidikan dengan nilai-nilai HAM dengan menciptakan SDM unggul. Nilai-nilai HAM menjadi mainstream karena menjadi bagian keseharian.

“Melalui transformasi pendidikan menuju SDM unggul,” ungkap Prof. Nadiroh menutup diskusi.

Previous articleKetika Berpikir : Hanya “Jangan-Jangan”
Next articleMelangkah Tak Pernah Ragu
Kuliah di Pendidikan Geografi UNJ dan aktif di LKM UNJ. Sejak kuliah aktif menerbitkan buku karangan mahasiswa. Esainya pernah dikurasi saat mengikuti kompetisi esai mahasiswa Tempo Institute. Kumpulan esainya dapat ditemui pada buku “Sama dan Beda”, kumpulan cerita anak “Raden Anggana Suta dan Kuda Putih”. Tulisan pernah diterbitkan di Kompas, Solopos, Berita Bekasi, Radar Bekasi, Koran Sindo, Koran Jakarta, & Majalah Stomata.