Le Petit Prince, Dongeng untuk Orang Dewasa

0
4917

Judul : Le Petit Prince

Penulis : Antoine de Saint-Exupéry

Penerjemah : Henri Chabert-Loir

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : 9, Februari 2018

Tebal : 120 halaman

ISBN : 9786020323411

Sekilas, sampul buku menyiratkan bacaan sepele. Ilustrasi gambar di setiap babnya pun terlihat seperti buku anak-anak, tetapi sebenarnya cerita ini disuguhkan untuk dibaca orang dewasa.

Le Petit Prince ditulis bersamaan dengan karyanya Lettre a un Otage ketika Antoine de Saint-Exupéry sedang dalam pengasingan saat masa perang di Amerika pada tahun 1941 sampai 1943.

Buku sastra dunia yang terkenal ini konon pernah disadur ke dalam 230 bahasa asing.

“Kepada anak-anak, aku mohon maaf, karena mempersembahkan buku ini kepada seorang dewasa” (halaman 5).

Begitulah kalimat awal yang ditulis sang pengarang berkebangsaan Prancis, Saint-Exupéry.
Alasan lain Saint-Exupéry memberikan untuk dewasa karena semua orang dewasa pernah menjadi anak-anak dan mereka perlu dihibur. Jika kita sudah mengikuti ceritanya, kita akan menyadari bahwa buku ini sarat akan makna, bisa direfleksikan oleh orang dewasa yang selalu berpikiran rumit.

Buku ini menarasikan tokoh Aku setelah dewasa berprofesi sebagai pilot yang terdampar di tengah Gurun Sahara. Ia terdampar sebab sesuatu yang rusak di mesin pesawatnya. Pesawatnya sulitdiperbaiki sebab ia sendirian, apalagi persediaan airnya paling hanya cukup untuk seminggu.

Suatu subuh ketika masih tidur, ia dibangunkan oleh suara seorang bocah yang meminta dibuatkan gambar seekor domba. Sang pilot tidak pernah menggambar domba, maka dibuatkanlah satu-satunya lukisan yang pernah dibuatnya, yaitu ular sanca tertutup.

Betapa terkejutnya tokoh Aku ketika bocah berambut keemasan itu berkata, “Bukan, bukan! Aku tidak mau seekor gajah dalam perut ular sanca. Ular sanca sangat berbahaya, dan gajah mau ditaruh di mana? Tempatku kecil sekali. Aku membutuhkan seekor domba.Gambarkan aku seekor domba” (halaman 12).

Padahal ketika tokoh Aku berumur enam tahun, ia menanyakan kepada para orang dewasa apakah gambar serupa menakutkan mereka, mengapa harus takut kepada topi, kata mereka.

Menurut tokoh Aku, orang dewasa tidak pernah mengerti apa-apa sendiri sehingga ia harus menjelaskan semuanya, tentu berbeda dengan bocah berambut keemasan ini. Bocah itu kemudian disebut pangeran cilik. Setelah tokoh Aku banyak berbincang dengan pangeran cilik, akhirnya mengetahui ternyata pangeran cilik berasal dari planet lain yang besarnya tidak lebih dari sebuah rumah. Jika kalian meceritakan hal ini kepada orang dewasa, mereka tidak akan mempercayainya, sindir tokoh Aku.

Namun, jika kalian berkata bahwa planet asal pangeran cilik adalah Asteroid B 612 barulah mereka akan yakin. Anak-anak harus berbesar hati menghadapi orang dewasa. Memang begitulah orang-orang dewasa, terlalu memedulikan angka-angka, pikir tokoh Aku.

Diceritakan tentang keadaan planet pangeran cilik, di mana tumbuh satu bunga yang sangat diperhatikan pangeran cilik. Tanah planetnya juga dipenuhi benih baobab, sehingga ia harus mencabutinya setiap hari. Di planet pangeran cilik terdapat gunung-gunung aktif dan sudah mati, setiap hari ia membersihkan gunungnya.

Sebelum pangeran cilik mengunjungi Bumi, ia lebih dahulu sowan ke planet-planet lain. Ia mengunjungi beberapa planet yang dihuni orang dewasa. Di antara mereka ada seorang raja yang berkuasa, orang sombong, pemabuk, dan pengusaha yang sibuk. Pangeran cilik menganggap orang-orang dewasa itu janggal. Kemudian di planet selanjutnya ada seorang penyulut lentera, ialah satu-satunya orang dari planet lain yang disukai pangeran cilik. Kemudian ia mengunjungi planet yang dihuni ahli ilmu Bumi. Ahli ilmu bumi itu menyarankan pangeran cilik untuk pergi ke Bumi.

Suatu hari di Bumi, pangeran cilik menemukan kebun yang penuh bunga mawar. Bunga yang mirip dengan bunga di panetnya. Namun, biar pun secara fisik kedua bunga itu sama, menurut pangeran cilik mereka sama sekali berbeda. Bunganya telah ia jinakkan dan menjinakkannya. Setangkai bunga di planetnya jauh lebih berharga dari ribuan bunga di Bumi, lantaran ia telah menjaga setangkai bunga itu sejak lama. Dari kisah tentang bunga-bunga itu, terdapat suatu arti, dikatakan oleh rubah ke pangeran cilik, “Inilah rahasiaku. Sangat sederhana: hanya lewat hati kita bisa melihat dengan baik. Yang terpenting tidak tampak di mata.” (halaman 88). Yang tidak nampak di mata, yakni kasih dan keterikatan hubungan.

Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa hal sekecil apa pun yang kita dapat dengan usaha, akan jauh bernilai daripada hal serupa yang berkuantitas banyak tetapi kita tidak pernah berusaha dan berkorban untuk suatu hal.

Dongeng karangan Saint-Exupéry ini akan membuat banyak orang dewasa yang membacanya merasa tersindir dan sedikit berefleksi dengan kisah-kisah tentang kasih sayang, pengorbangan, dan nilai kehidupan. Maka dari itu, Le Petit Prince menjadi salah satu dongeng yang penting untuk dibaca semua orang dewasa.