Musik adalah sebuah suara emosi yang menghadirkan gambaran kenyataan dan apa-apa yang diinginkan. Lewat musik, manusia dapat menyuarakan hal yang ingin disampaikan sekaligus ingin dinikmati oleh dirinya dan oleh orang lain, entah karena tujuan ekonomi, estetika, adat, politik maupun kebahagiaan personal belaka. Musik juga dapat menjadi suatu intrumen atau sarana perlawanan atau protes kepada suatu kekuasaan.
- Home
- |
- Social Science
- |
- SUARA ADALAH SENJATA: Musik Sebagai Media Kritik dan Perlawanan di Indonesia (1965-1998)
Lihat keranjang “Sosiologi Pembangunan” telah ditambahkan ke keranjang belanja Anda.
SUARA ADALAH SENJATA: Musik Sebagai Media Kritik dan Perlawanan di Indonesia (1965-1998)
Availability:
In stock
Musik adalah sebuah suara emosi yang menghadirkan gambaran kenyataan dan apa-apa yang diinginkan. Lewat musik, manusia dapat menyuarakan hal yang ingin disampaikan sekaligus ingin dinikmati oleh dirinya dan oleh orang lain, entah karena tujuan ekonomi, estetika, adat, politik maupun kebahagiaan personal belaka. Musik juga dapat menjadi suatu intrumen atau sarana perlawanan atau protes kepada suatu kekuasaan.
Kategori: Social Science
Related products
0 out of 5
Analisis Landasan Konseptual Amandemen UUD 1945
SINOPSIS Buku ini merupakan respons terhadap maraknya fenomena politik yang ada di masyarakat. Hampir satu dekade negeri tercinta Indonesia disuguhi oleh fenomena praktik politik yang sangat dinamis. Terutama pada dimensi partisipasi politik oleh sejumlah masyarakat yang sangat bervariatif. Semua itu dilakukan untuk mencermati praktik politik kenegaraan yang bersumber pada UUD 1945 dan telah diamandemen pada tahun 1999 hingga tahun 2002....
0 out of 5
PERENCANAAN PEMBANGUNAN SOSIAL: Sebuah Kajian Konseptual dan Empiris
Adapun pembangunan menurut beberapa ahli yaitu, pembangunan menurut Rogers (Harun,dkk, 2011: 3) adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa. Menurut W.W Rostow (Abdul, 2004: 89) pembangunan merupakan proses yang bergerak dalam sebuah garis lurus, yakni dari masyarakat terbelakang ke masyarakat negara yang maju.
0 out of 5
Memahami Kekerasan Seksual Berbasis Gender Dalam Realitas Sosial: Sebuah Kajian Empiris dan Teoritis
SINOPSIS Kekerasan seksual yang terjadi di kampus sangat tidak dapat ditolerir karena mengingat kampus merupakan lembaga pendidikan tinggi yang dibentuk tidak hanya sebagai tempat untuk mengembangkan keilmuan, tetapi juga tempat untuk membentuk kepribadian, kemandirian, keterampilan sosial, dan karakter. Kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi, selayaknya memiliki komitmen untuk melaksanakan dan mengawal pembentukan karakter bangsa. Pengembangan Ipteks dan budaya akademik menjadi titik...
0 out of 5
Ecoliteracy & Ecodesign Dalam Mendukung Program Zero Waste UMKM Menuju Green Ekonomi
SINOPSIS Buku “Ecoliteracy Dalam Mendukung Program Zero Waste UMKM Menuju Green Ekonomi” ini telah selesai kami buat secara semaksimal dan sebaik mungkin agar menjadi manfaat bagi pembaca yang membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai manfaat Ecoliteracy untuk khalayak umum khususnya desainer.. Dalam buku ini, tertulis bagaimana pentingnya pengetahuan tentang ecoliteracy dan juga bagaimana materi yang disajikan yang relevan dengan profesi desainer...
0 out of 5
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Melalui Budaya Akademik
Rp65.000
SINOPSIS: Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal.
0 out of 5
Model Teorema Kesejahteraan Untuk Menurunkan Ketimpangan Pendapatan
Rp55.000
Penulis: Prof. Dr. Sri Indah Nikensari, SE., M.SE ISBN: - Publikasi: Cetakan Pertama: November 2022 Tebal & ukuran: 98 halaman, 15,5 cm x 21,5 cm Buku ini mencoba memberikan gambaran mengenai dua teorema dari teori ekonomi kesejahteraan yang masih cukup relevan untuk menganalisis sebab-sebab ketimpangan pendapatan di Indonesia. Penyebab ketimpangan pendapatan dapat dikembangkan dari adanya gap kepemilikan/alokasi sumber daya dan efektivitas...

