{"id":852,"date":"2020-09-03T03:47:00","date_gmt":"2020-09-03T03:47:00","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=852"},"modified":"2020-09-03T03:50:54","modified_gmt":"2020-09-03T03:50:54","slug":"rektor-unj-komarudin-institusi-pendidikan-memiliki-peran-penting-dalam-hal-mentransmisikan-nilai-ham-dan-perdamaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2020\/09\/03\/rektor-unj-komarudin-institusi-pendidikan-memiliki-peran-penting-dalam-hal-mentransmisikan-nilai-ham-dan-perdamaian\/","title":{"rendered":"Rektor UNJ Komarudin : Institusi Pendidikan Memiliki Peran Penting dalam Hal Mentransmisikan Nilai HAM dan Perdamaian"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-style-large\"><p>Pendidikan HAM dan Perdamaian diperlukan agar mampu menciptakan manusia Indonesia yang memiliki kompetensi global dan menghayati nilai-nilai Pancasila<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengawali perkuliahan dengan mengadakan webinar bertajuk,<em> \u201cIntegrasi Nilai-Nilai HAM dan Perdamaian dalam Transformasi Pendidikan Menuju SDM Unggul\u201d <\/em>(2\/9). Webinar ini menghadirkan Ketua Komite Senat UNJ Prof. Hafid Abbas, dan Sekretaris Dirjen Perguruan Tinggi Paristiyanti Nurwardini dan dimoderatori oleh Prof. Ivan Hanafi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenurut saya topik ini sangat tepat di tengah kondisi kekinian yang terdistrupsi teknologi,\u201d kata Rektor UNJ Komarudin dalam pengantar diskusi, \u201cDalam konteks ini institusi pendidikan memiliki peran penting dalam hal mentransmisikan nilai HAM dan perdamaian,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Peran ini bisa diimplementasikan dengan pengembangan melalui karya ilmiah dan pemikiran inovatif mahasiswa dan dosen, mengedukasi dan mengadvokasi&nbsp; masyarakat. Secara khusus pusat kajian program magister pendidikan pascasarjana UNJ di bidang HAM juga dibentuk melengkapi terintegrasinya pendidikan HAM dan perdamaian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memetik nilai dasar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nilai dasar perikemanusiaan dapat diambil dari nilai-nilai pancasila. Menurut Prof Hafid, nilai perikemanuasiaan memiliki nilai lebih mendalam dari hak asasi manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita ingin melihat<em> social justice <\/em>sebagai esensi persoalan hak asasi manusia untuk menjadi panduan bagi seluruh manusia,\u201d ungkap Prof Hafid. Nilai-nilai itu dapat dari perspektif sejarah yang ditorehkan Soekarno dan Hatta di gerakan Non Blok.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Prof. Hafid pentingnya pengelolaan yang sungguh-sungguh sumber daya manusia dan juga hadirnya institusi pendidikan menjadi <em>\u201cthe brain of nation<\/em>\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUNJ hadir di tengah-tengah ibukota mestinya memberikan inspirasi bagi negeri ini,\u201d ungkap Prof. Hafid.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Prof. Hafid bulan September menjadi momentum untuk mengingat. Bung Karno 15 September 1963 datang ke kampus ini (IKIP UNJ) meletakan marmer bertuliskan \u201cKota Mahasiswa\u201c. Dalam pemikiran Bung Karno, UNJ menjadi pusat intelektualitas negara dan bangsa. Menurut Prof Hafid, UNJ memiliki kriteria ini. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>SDM unggul<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Revolusi Industri 4.0 menciptakan perubahan ribuan lebih cepat dibandingkan revolusi industri sebelumnya. Maka diperlukan manusia yang cepat, fleksibel, cerdik dan menguasai ilmu dan teknologi. Indonesia memiliki bonus demografi menjadi peluang yang mesti dimanfaatkan dalam bidang SDM. Pekerjaan menuju kepada otomatisasi, programing dan digitalisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika kita bisa memanfaatkan kesempatan dalam bidang digital maka Indonesia bisa menjadi negara dengan perekonomian ke 7 pada tahun 2030,\u201d kata Paristiyanti.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Paristiyanti, untuk menciptakan SDM unggul Indonesia seperti apa yang diungkapkan Mendikbud Nadiem Makarim adalah pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Paristiyanti juga menjelaskan tantangan ke depan pendidikan dalam HAM dan Perdamaian adalah mengenai SDM yang berbasis<em> big data<\/em>. Indonesia harus menyiapkan SDM yang mampu menciptakan 3D printing untuk pendidikan, kesehatan, militer, teknologi informatika, sekuriti siber.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenyarankan untuk UNJ memperbanyak mata kuliah programer yang terkait dengan digitalisasi apapun program studinya,\u201d ucap Paristiyanti.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Nadiroh menyatakan  ada integrasi antara pendidikan dengan nilai-nilai HAM  dengan menciptakan SDM unggul. Nilai-nilai HAM menjadi mainstream karena menjadi bagian  keseharian. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui transformasi pendidikan menuju SDM unggul,&#8221; ungkap Prof. Nadiroh menutup diskusi.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan HAM dan Perdamaian diperlukan agar mampu menciptakan manusia Indonesia yang memiliki kompetensi global dan menghayati nilai-nilai Pancasila Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengawali perkuliahan dengan mengadakan webinar bertajuk, \u201cIntegrasi Nilai-Nilai HAM dan Perdamaian dalam Transformasi Pendidikan Menuju SDM Unggul\u201d (2\/9). Webinar ini menghadirkan Ketua Komite Senat UNJ Prof. Hafid Abbas, dan Sekretaris Dirjen Perguruan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":858,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=852"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":860,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852\/revisions\/860"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}