{"id":7033,"date":"2024-07-25T17:50:26","date_gmt":"2024-07-25T10:50:26","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=7033"},"modified":"2024-07-25T17:59:18","modified_gmt":"2024-07-25T10:59:18","slug":"prof-ulupui-laporan-akuntansi-keberlanjutan-meningkatkan-nilai-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2024\/07\/25\/prof-ulupui-laporan-akuntansi-keberlanjutan-meningkatkan-nilai-perusahaan\/","title":{"rendered":"Prof. Ulupui: Laporan Akuntansi Keberlanjutan\u00a0 Meningkatkan Nilai Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. I Gusti Ketut Agung Ulupui melakukan Orasi Ilmiah bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAkuntansi Keberlanjutan untuk Mengelola Reputasi Perusahaan Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Aula Latief Hendraningrat (23\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai guru besar bidang ilmu Akuntansi Keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Ulupui menyoroti isu keberlanjutan yang tertuang dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) telah berdampak pada ilmu akuntansi. Secara sederhana dapat ditangkap isu itu berkaitan dengan terintegrasinya akuntansi dengan aspek ekonomi, sosial, lingkungan dari aktivitas organisasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, pengungkapan akuntansi keberlanjutan terdiri dari tiga dimensi\u00a0 yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Yang jika digunakan akan menjadi alat penyampaian informasi akuntansi yang baik. Dengan catatan akuntansi keberlanjutan ini didukung oleh standar\u00a0 yang cukup untuk menyusun laporan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ujungnya akuntansi keberlanjutan ini akan menjaga reputas perusahaan di mata pemangku kepentingan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(stakeholder).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika sebuah perusahaan memiliki reputasi yang baik maka akan membantu dalam investasi serta meningkatkan loyalitas pelanggan dan meningkatkan nilai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7035 size-large\" src=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/gagasan-konsep-akuntasi-keberlanjutan-1024x699.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"475\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Prof. Ulupui yang sangat penting adalah bagaimana dirinya meriset akuntansi keberlanjutan\u00a0 mengenai transparansi ekonomi, lingkungan hidup dan sosial pada perusahaan pertambangan di tahun 2023. Prof. Ulupui dan tim meriset 50 perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penelitiannya ditemukan\u00a0 bahwa dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan, perusahaan telah mengkomunikasikan tindakan mereka kepada pemangku kepentingan pada laporan keberlanjutan, namun intensitas pengungkapan tergantung pada ukuran perusahaan.\u00a0 Meskipun perusahaan telah mengungkapkan EESG-nya sesuai dengan standar GRI tetapi tidak menunjukan komitmen dan upaya serius. Menurutnya ini akan menurunkan tingkat kepercayaan kualitas laporan akuntansi keberlanjutan perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Prof. Ulupui ada tujuh poin penting untuk meningkatkan kualitas keberlanjutan laporan. 1.Integrasi EESG ke dalam Strategi Bisnis. 2.\u00a0 Menetapkan indikator kinerja utama (KPI) untuk mengukur kinerja EESG. 3. Pelaporan dan Transparansi. 4. Keterlibatan <em>Stakeholder<\/em>. 5. Biaya dan Sumber Daya. 6. Kredibilitas dan Kepercayaan. 7. Pemahaman dan Pelatihan terkait EESG.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Prof. I Gusti Ketut Agung Ulupui melakukan Orasi Ilmiah bertajuk \u201cAkuntansi Keberlanjutan untuk Mengelola Reputasi Perusahaan Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan\u201d di Aula Latief Hendraningrat (23\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai guru besar bidang ilmu Akuntansi Keuangan. Prof. Ulupui menyoroti isu keberlanjutan yang tertuang dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) telah berdampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7033"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7033"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7037,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7033\/revisions\/7037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}