{"id":7029,"date":"2024-07-25T11:23:49","date_gmt":"2024-07-25T04:23:49","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=7029"},"modified":"2025-11-10T14:54:43","modified_gmt":"2025-11-10T07:54:43","slug":"prof-dwi-kusumawardani-pendidikan-tari-sebagai-kunci-pembuka-kepekaan-estetis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2024\/07\/25\/prof-dwi-kusumawardani-pendidikan-tari-sebagai-kunci-pembuka-kepekaan-estetis\/","title":{"rendered":"Prof. Dwi Kusumawardani: Pendidikan Tari Sebagai Kunci Pembuka Kepekaan Estetis"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Dwi Kusumawardani melakukan Orasi Ilmiah bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPenguatan Kepekaan Estetis dan Soft Skill Abad 21 dalam Pembelajaran Tari Melalui Pendekatan Teknologi Pendidikan\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Aula Latief Hendraningrat (23\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan Prof. Dwi Kusumawardani sebagai guru besar bidang ilmu teknologi pendidikan Tari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Dwi Kusumawardani menjelaskan bahwa kepekaan estetis adalah kemampuan yang khas diperoleh dari pembelajaran tari. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas mengalami melalui belajar berpikir, ekspresi, kreasi dan apresiasi yang dirancang secara sistematis dalam pembelajaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu semestinya pembelajaran tari mampu menciptakan kepekaan estetis pada siswa. Hal ini sejalan dengan apa yang dipikirkan Ki Hadjar Dewantara yang menginginkan terbentuknya sifat-sifat keindahan\u00a0 dalam kehidupan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam orasinya Prof. Dwi Kusumawardani menjelaskan bahwa untuk dapat menumbuhkan kepekaan estetis itu maka pendidik dituntut harus memiliki kemampuan dalam pembelajaran tari yang di desain, dikelola\u00a0 dan diimplementasikan secara sistematis dan sistemik dan berorientasi kepada peserta didik.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p>Link:<a href=\"https:\/\/bnnaceh.org\/\"><span data-sheets-root=\"1\">bnnaceh.org<\/span><\/a><br \/>\n<img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7030 size-large\" src=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/gagasan-konsep-1024x682.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran Tari juga harus memperhatikan konsep dasar Teknologi Pendidikan yaitu berorientasi pada\u00a0 peserta didik. Yang meningkatkan belajar dan pembelajaran tari pada peserta didik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Dwi juga menekankan bahwa dalam implementasi pembelajaran tari seharusnya diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan tari yang memiliki tujuan memiliki kepekaan estetis. Dan selain itu haruslah memiliki efek yang dapat membantu siswa dalam pembentukan sikap dan soft skill yang dibutuhkan di Abad 21.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika pendidik menggunakan pendekatan teknologi pendidikan dengan cara praktik baik dalam desain maka pembelajaran tari akan efektif,\u201d ujar Prof. Dwi Kusumawardani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Prof. Dwi Kusumawardani melakukan Orasi Ilmiah bertajuk \u201cPenguatan Kepekaan Estetis dan Soft Skill Abad 21 dalam Pembelajaran Tari Melalui Pendekatan Teknologi Pendidikan\u201d di Aula Latief Hendraningrat (23\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan Prof. Dwi Kusumawardani sebagai guru besar bidang ilmu teknologi pendidikan Tari. Prof. Dwi Kusumawardani menjelaskan bahwa kepekaan estetis adalah kemampuan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7029"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7029"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7838,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7029\/revisions\/7838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}