{"id":6813,"date":"2024-05-13T15:52:59","date_gmt":"2024-05-13T08:52:59","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=6813"},"modified":"2024-05-14T10:28:48","modified_gmt":"2024-05-14T03:28:48","slug":"pendidikan-ala-sekolah-gerbong-kereta-tomoe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2024\/05\/13\/pendidikan-ala-sekolah-gerbong-kereta-tomoe\/","title":{"rendered":"Pendidikan Ala Sekolah Gerbong Kereta Tomoe"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Film animasi Totto-Chan: The Little Girl at the Window menawarkan imajinasi pendidikan lewat mata bocah<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersekolah bagi bocah seperti Totto-Chan adalah hal yang membuat dirinya mengenal akan dunia. Namun ketika bersekolah ia dianggap pembuat \u2018onar\u2019. Totto-Chan dianggap gadis yang sulit diatur; dengan kekhasan dirinya yang penasaran dengan apapun. Ia pun mesti berpindah-pindah sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekolah gerbong kereta Tomoe lah Totto-Chan mulai mendapatkan dirinya diterima.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Kobayashi dengan kesabaran dan kelembutan mendengarkan cerita dari seorang gadis yang akan bersekolah di gerbong kereta itu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai film animasi yang diadaptasi dari buku terkenal karangan Tetsuko Kuroyanagi, Totto-Chan menawarkan kegembiraan lewat mata bocah. Kesegaran-kesegaran visual yang ditawarkan dalam film animasi ini begitu kuat membawa kegembiraan bagi siapa saja yang menontonnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan mudah mengenali momen-momen penting yang ditangkap dalam buku menjadi visual yang mengesankan penonton. Misalnya bagaimana bekal anak-anak sekolah Tomoe adalah harus berasal dari paduan darat dan laut. Mereka pun diajak untuk mengenal dunia lewat makanan. Serta bagaimana anak-anak begitu penasaran akan kehadiran gerbong kereta baru yang akan hadir di sekolah mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Kobayashi adalah gambaran besar bagaimana pendidikan menjadi jalan anak-anak mengenal dunianya.\u00a0 Meskipun Jepang kala itu sedang dalam Perang Dunia 2, pendidikan menjadi mutlak yang harus terus diusahakan dalam dunia yang hancur lebur akibat perang. Pak Kobayashi benar-benar memiliki sifat guru pendidik; ia memimpikan dunia yang setara bagi murid-muridnya. Obrolan-obrolan singkatnya dengan Yasuaki mencerminkan Pak Kobayashi benar-benar mengusahakan sekolahnya bagi semua anak-anak.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shinnosuke Yakuwa sebagai sutradara juga memanjakan mata penonton lewat kegembiraan musik yang dibawakan Pak Kobayashi. Visual yang menarik perhatian saya adalah bagaimana Yakuwa membuat mata kita tercengang lewat sentuhan visual persahabatan Totto-Chan dan\u00a0 Yasuaki.\u00a0 <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terutama ketika Yasuaki memberanikan diri untuk mandi di kolam renang sekolah; visual animasi ketika ia menyelam seolah-olah kita dibawa kebebasan Yasuaki. Shinnosuke Yakuwa juga pintar menyelipkan beberapa adegan kegetiran akibat perang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Film animasi Totto-Chan: The Little Girl at the Window<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan membawa kegembiraan sekaligus kesedihan dan kemarahan. Seperti Pak Kobayashi, perang dan apinya tidak akan menyurutkan bagi siapa saja yang mengusahakan pendidikan lewat sekolahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">* Film animasi Totto-Chan: The Little Girl at the Window dapat kalian temui di Cinepolis terdekat. Rasakan pengalaman yang menarik ketika menonton di Cinepolis.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film animasi Totto-Chan: The Little Girl at the Window menawarkan imajinasi pendidikan lewat mata bocah Bersekolah bagi bocah seperti Totto-Chan adalah hal yang membuat dirinya mengenal akan dunia. Namun ketika bersekolah ia dianggap pembuat \u2018onar\u2019. Totto-Chan dianggap gadis yang sulit diatur; dengan kekhasan dirinya yang penasaran dengan apapun. Ia pun mesti berpindah-pindah sekolah.\u00a0 Di sekolah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,6],"tags":[521,519,520,518],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6813"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6813"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6818,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6813\/revisions\/6818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}