{"id":6516,"date":"2023-11-24T11:12:55","date_gmt":"2023-11-24T04:12:55","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=6516"},"modified":"2023-11-24T11:12:55","modified_gmt":"2023-11-24T04:12:55","slug":"prof-eva-leiliyanti-kajian-budaya-tak-melulu-bicara-budaya-adiluhung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2023\/11\/24\/prof-eva-leiliyanti-kajian-budaya-tak-melulu-bicara-budaya-adiluhung\/","title":{"rendered":"Prof. Eva Leiliyanti: Kajian Budaya Tak Melulu Bicara Budaya Adiluhung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">EDURANEWS, JAKARTA. Konsep dasar mekanisme kelindan dapat dilihat dari konsep literasi yang hanya dipandang sebatas membaca dan menulis menjadi praktik sosial.\u00a0 Hal itu diungkapkan Prof. Eva Leiliyanti dalam orasinya yang bertajuk \u201cKelindan Linguistik, Literasi, Sastra dan Kajian Budaya\u201d\u00a0 di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika UNJ (21\/11).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Eva Leiliyanti menjelaskan literasi harus dipandang sebagai rangkaian kesatuan pembelajaran, yang meliputi berpikir kritis, pedagogi kritis dan literasi kritis itu sendiri. Di sini ada praktik isu kuasa dalam teks sambil merefleksikan laku perbuatan, identitas, keadaan dan representasi diri lewat \u2018jokes\u2019 yang di awal dipaparkannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Prof. Eva Leiliyanti, seorang peneliti tidak hanya sekedar menilik siapa atau apa saja yang berpartisipasi atau aksi yang dilakukan, tetapi juga partisipan (ibu, telur, uang) merepresentasikan apa atau membawa identitas seperti apa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan-pertanyaan kritis pun muncul, misal mengapa harus ibu yang ke pasar membeli telur? Apakah ada isu yang bersifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">misogynistic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Apakah terkait isu sosial? Di sinilah menurut Prof. Eva Leiliyanti kajian budaya tidak melulu berbicara mengenai budaya adiluhung tetapi juga gaya\/cara pandang hidup dan perkembangan praktik budaya keseharian terjadi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama tim peneliti, Prof. Eva Leiliyanti banyak mengembangkan ke dalam penelitian yang tidak hanya di bidang linguistik dan kajian budaya, tetapi juga mengelindan dengan bidang pendidikan, sastra dan lingkungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya menggali kearifan lokal masyarakat Desa Pematang Gadung dengan mengidentifikasi dan membandingkan pola\/struktur dongeng yang diceritakan lisan turun temurun. Lalu mendesain purwarupa dalam pembuatan animasi dua dimensi, monolog, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, video <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">story telling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">puppet show<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan video dokumenter. Alih wahana ini menjadi penting agar menjadi bahan dalam TOT dan pendampingan terhadap siswa SMP dan SMA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Konsep dasar mekanisme kelindan dapat dilihat dari konsep literasi yang hanya dipandang sebatas membaca dan menulis menjadi praktik sosial.\u00a0 Hal itu diungkapkan Prof. Eva Leiliyanti dalam orasinya yang bertajuk \u201cKelindan Linguistik, Literasi, Sastra dan Kajian Budaya\u201d\u00a0 di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika UNJ (21\/11).\u00a0 Prof. Eva Leiliyanti menjelaskan literasi harus dipandang sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6516"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6516"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6525,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6516\/revisions\/6525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}