{"id":6121,"date":"2023-09-13T11:07:23","date_gmt":"2023-09-13T04:07:23","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=6121"},"modified":"2023-09-13T11:07:23","modified_gmt":"2023-09-13T04:07:23","slug":"melampaui-kegilaan-orang-orang-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2023\/09\/13\/melampaui-kegilaan-orang-orang-kota\/","title":{"rendered":"Melampaui Kegilaan Orang-Orang Kota"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah hidup di kota begitu menakutkan?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesepian kapan saja dapat membunuhmu, baik secara tiba-tiba ataupun dengan segera, walau dengan pelan-pelan. Sleep Call (2023) garapan Fajar Nugros ini menggali akar-akar kekerasan dari hal yang sangat sederhana; kesepian.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dina (Laura Basuki) adalah perempuan yang kesepian\u2013tubuhnya penuh luka karena kekerasan yang dialaminya dari sang bapak.\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sleep Call <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi hal yang begitu ambisius menampilkan realitas kehidupan sehari-hari orang kota yang penuh dengan kekerasan, kemunafikan, dan kegilaan tersendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa laki-laki dalam film ini terlihat menjadi sumber kerusakan; bapak, Rama (Bio-One), Bayu (Kristo Imanuell), Tommy (Bront Palarae), Iwan (Rukman Rosadi). Kerusakan yang dilakukan laki-laki ini menyebabkan semesta tubuh Dina menjalani lingkaran kekerasan yang tak henti; ancaman dan manipulasi yang mengganggu jiwanya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fajar Nugros sang sutradara menggali fenomena pinjaman online (pinjol) yang menjadi katalis cerita yang akan menyajikan kekerasan, ketakutan, dan kengerian. Dina yang memiliki hutang banyak harus menjalani bisnis ini menjadi penagih hutang. Tubuh perempuan Dina tak berdaya menghadapi lingkaran kekerasan itu, meskipun hiburan satu-satunya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sleep Call.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Sketsa-sketsa obrolan sederhana Dina dan Rama terkadang terasa keren dan artistik apalagi saat di danau. Mengingatkan pada penyajian Fajar Nugros pada Inang (2022) yang sangat performatif. Mungkin hal yang mengganggu adalah pengemasan kengerian yang kurang terutama dalam penyajian adegan kekerasan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang perlu kita yakini adalah problema data pribadi menjadi isu yang begitu sedikit nampak, padahal data pribadi menjadi hal utama yang harus dijaga dengan baik-baik. Dalam hidup di dunia digital, menjaga data pribadi adalah tameng dalam menghidupi dunia maya dan nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup yang begitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2018anjing\u2019 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mesti harus dirayakan dengan pura-pura. Inilah yang diyakini Dina dengan segala akrobatik hidupnya yang<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ngos-ngosan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Yang berbahaya dari segalanya adalah sikap baik nan manipulatif dari orang-orang kota yang ditunjukan oleh Tommy dan Rama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita ditunjukan sebuah ketamakan atas cinta yang palsu; eksploitasi atas tubuh. Di sinilah kegilaan-kegilaan Dina meresap menjadi kekerasan penuh darah untuk mengakhiri segala manipulasi yang didapati tubuhnya secara bertubi-tubi, berputar tak henti-hentinya.\u00a0 <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kengerian yang ditawarkan dari hidup Dina melampaui kegilaan orang-orang kota yang selalu mengintip dan mengendap-endap masuk dari kulit kita, ketika sedang bekerja, berkaraoke, di tempat kerja ataupun di kereta komuter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun karakter Dina (Laura Basuki) begitu dominan dalam film ini, secara keseluruhan karakter lainnya terutama kawan-kawan palsunya di perusahaan pinjol itu sangat berkarakter dan menawarkan tragedinya masing-masing.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah aku sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">noticed <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karakter Bella (Della Dartyan) yang mewakili kita orang-orang kota yang selalu menyinyiri hidup. Ceplas-ceplos Bella\u2013\u2019wahyudi emang gak becus ngurus anak&#8211; adalah pengakuan bahwa hidup orang-orang kota emang gak sebaik yang dibayangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya hidup di kota yang penuh kegilaan membutuhkan teman nongkrong seperti Bella, nyinyir lalu dengarkan!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau gak juga sih.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah hidup di kota begitu menakutkan? Kesepian kapan saja dapat membunuhmu, baik secara tiba-tiba ataupun dengan segera, walau dengan pelan-pelan. Sleep Call (2023) garapan Fajar Nugros ini menggali akar-akar kekerasan dari hal yang sangat sederhana; kesepian.\u00a0\u00a0 Dina (Laura Basuki) adalah perempuan yang kesepian\u2013tubuhnya penuh luka karena kekerasan yang dialaminya dari sang bapak.\u00a0 Sleep Call menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8,6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6121"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6121"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6123,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6121\/revisions\/6123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}