{"id":5680,"date":"2023-06-15T11:02:40","date_gmt":"2023-06-15T04:02:40","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=5680"},"modified":"2023-06-15T15:06:53","modified_gmt":"2023-06-15T08:06:53","slug":"teddy-setiawan-penata-artistik-harus-mempunyai-kemampuan-riset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2023\/06\/15\/teddy-setiawan-penata-artistik-harus-mempunyai-kemampuan-riset\/","title":{"rendered":"Teddy Setiawan: Penata Artistik Harus Mempunyai Kemampuan Riset"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan Seni Rupa UNJ undang Teddy Setiawan memberikan pengalamannya menjadi desainer produksi dan penata artistik di industri film. Kuliah tamu ini menjadi kegiatan penting bagi mahasiswa pendidikan seni rupa untuk mengenal lebih jauh peran desainer produksi\/penata artistik dalam perkembangan industri film terutama perkembangan industri film manca negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teddy Setiawan menjadi dosen tamu dengan segudang pengalamannya. Ia pernah menjadi asisten art director ketika menggarap Outlander season 7 dan juga <em>production designer <\/em>film animasi &#8216;Jumbo&#8217; rilisan Visinema Pictures.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia melihat peran penata artistik ini seperti pesulap visual di industri film. Bagi Tedy, seperti yang diungkapkan sutradara Ron Howard menjadi penata artistik berarti memberikan cerita melalui bahasa rupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Production design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan menentukan tone warna, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood, feeling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari keseluruhan film,\u201d ujarnya mengawali kuliahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Teddy, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Production design <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki pelbagai unsur artistik ilmu mulai dari arsitektur, desain produk, desain interior tekstil dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTermasuk motion video, seni lukis, patung,\u201d ujarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara profesi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> production design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu terdiri dari<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> art director<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, desainer grafis, ilustrator, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mate artist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">model artist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scenic artist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">set designer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">title artist. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam industri film Teddy mengawali profesinya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">set designer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5681 size-full\" src=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-101227.png\" alt=\"\" width=\"723\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-101227.png 723w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-101227-300x163.png 300w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-101227-696x377.png 696w\" sizes=\"(max-width: 723px) 100vw, 723px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teddy bercerita terma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini dimulai ketika diproduksinya film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gone With the Wind<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang digawangi\u00a0 David O\u2019Selznick. Dari film ini ternyata kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu mencakup keseluruhan aspek visual dalam film. Production design ini sangat membantu bagi sutradara yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">style <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">visual yang menarik seperti Del Toro, Wes Anderson, dan Ridle Scot.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Production design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terutama<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> art director<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga bertanggung jawab terhadap set fisik dan set virtual. Kerja penata artistik ini berkaitan dengan menata latar, mengisi kekosongan visual dalam dekorasi, furnitur bahkan sampai benda yang digunakan aktor atau aktris.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenurut saya tanpa kehadiran elemen grafis biasanya film itu tidak hidup,\u201d ujar Teddy.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teddy menjelaskan di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Art Department<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu bisa terdiri banyak orang bahkan bisa mencapai 70-80 orang. Tetapi orang-orang di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Art Department <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah orang-orang spesialis yang memiliki kemampuan khusus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5682 size-full\" src=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-102032.png\" alt=\"\" width=\"731\" height=\"436\" srcset=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-102032.png 731w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-102032-300x179.png 300w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-102032-696x415.png 696w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Screenshot-2023-06-15-102032-704x420.png 704w\" sizes=\"(max-width: 731px) 100vw, 731px\" \/><\/p>\n<p><b>Penting riset<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjelaskan secara teknis mengenai profesi penata artistik, Teddy juga menjelaskan pentingnya penggalian riset dalam industri film. Bagi Teddy, budget bukanlah persoalan utama, tetap menanamkan kemauan dan kemampuan dalam meriset. Terkadang pekerjaan penata artistik dianggap \u2018rewel\u2019 karena mempermasalahkan suatu detail dalam film.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teddy mencontohkan ketika ia mengerjakan film animasi \u2018Jumbo\u2019. Ia sangat memperhatikan detail yang ada di dalam animasi seperti bentuk token listrik, bangku, bahkan detail pinggiran buku yang pudar\u00a0 menandakan buku itu sering digunakan. Sehingga visual yang dihasilkan dapat memberikan gambaran rumah yang sangat organik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni bukan masalah budget tapi kemauan,\u201d tegas Teddy sebagai <em>production designer<\/em> film Jumbo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang perlu diperhatikan juga adalah dukungan pemerintah dalam hal industri perfilman. Teddy melihat di industri film mancanegara didukung oleh pemerintah dengan memberikan gran, kemudahan perizinan, serta adanya pusat-pusat pelatihan, penyerapan tenaga magang langsung ke industri film. Ekosistem ini sangat diperlukan bagi keberlangsungan industri film itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teddy menjelaskan salah satu pekerjaan rumah di industri film di Indonesia adalah tidak adanya satu wadah informasi yang memberikan informasi yang detail dan lengkap mengenai industri film ini mengenai pengetahuan, profesi, perekrutan magang, dan lainnya yang menunjang industri film sehingga memiliki standar dan kualifikasi yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mahasiswa seni rupa yang akan masuk ke dalam industri film, selain memiliki kemampuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hard skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang baik juga penting untuk membuat portofolio pekerjaan, serta kemampuan komunikasi yang baik. Ini akan menunjang kemampuan mereka seberapa baik dalam bekerjasama.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Pendidikan Seni Rupa UNJ undang Teddy Setiawan memberikan pengalamannya menjadi desainer produksi dan penata artistik di industri film. Kuliah tamu ini menjadi kegiatan penting bagi mahasiswa pendidikan seni rupa untuk mengenal lebih jauh peran desainer produksi\/penata artistik dalam perkembangan industri film terutama perkembangan industri film manca negara. Teddy Setiawan menjadi dosen tamu dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5685,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5680"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5693,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5680\/revisions\/5693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}