{"id":5535,"date":"2023-05-11T10:23:58","date_gmt":"2023-05-11T03:23:58","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=5535"},"modified":"2023-05-11T10:23:58","modified_gmt":"2023-05-11T03:23:58","slug":"aldera-wujudkan-demokratisasi-indonesia-lewat-gerakan-politik-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2023\/05\/11\/aldera-wujudkan-demokratisasi-indonesia-lewat-gerakan-politik-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Aldera Wujudkan Demokratisasi Indonesia Lewat Gerakan Politik Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA-<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> 21 Mei 1998 Soeharto turun dari jabatan presiden. Soeharto memimpin Orde Baru selama 32 tahun. Selama menjabat Soeharto melakukan konsolidasi kekuasaan dengan melakukan pembredelan pers, perampingan partai politik, mengontrol media, elemen-elemen peradilan pun kala itu tunduk di bawah kekuasaan Orde Baru. Pemusatan kekuasaan di bawah Orde Baru menjadikan slogan \u201cpembangunan\u201d tidak merata dengan banyaknya ketimpangan. Sejak itu, gerakan-gerakan mahasiswa menentang proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nir demokrasi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ala Orde Baru dengan berkumpul dan berorganisasi dengan sembunyi-sembunyi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam catatan Pius Lustrilanang, kesadaran mengenai pentingnya demokratisasi Indonesia di mata mahasiswa itu tumbuh di tahun 80-an memunculkan gerakan yang awalnya sporadis dengan banyak mengorganisir perubahan dengan kelompok buruh dan tani. Hingga menyatunya kekuatan kantong-kantong pergerakan mahasiswa yang lebih disiplin dan terorganisir seperti Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAldera adalah organ gerakan yang dibangun khusus untuk menggalang kekuatan rakyat dan mahasiswa,\u201d ujar Pius Lustrilanang mantan Sekjen Aldera yang kini menjabat anggota VI BPK RI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kantong-kantong pergerakan mahasiswa yang banyak tumbuh di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Cianjur, Tasikmalaya inilah yang melahirkan Aldera sebagai salah satu gerakan politik mahasiswa yang menenun benang-benang reformasi membawa proses demokratisasi di Indonesia dengan menentang rezim Orde Baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aldera dihimpun dari mahasiswa yang memiliki kesadaran akan pentingnya demokratisasi di Indonesia. Mereka memupuk diri dengan belajar dari teori-teori perubahan dan membentuk diri dengan lebih disiplin dengan gerakan semi partai kader.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah-kisah itu pun terhimpun dalam buku \u201cALDERA Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999\u201d. Buku yang sangat penting untuk melihat perkembangan gerakan mahasiswa di masa Orde Baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Memetik buah perjuangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Kuliah umum dan bedah buku \u201cALDERA Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999\u201d di\u00a0 Gor UNJ (10\/5). Dimoderatori oleh Yasnita Yasin serta dua pembahas Prof. Hafid Abbas dan Abdul Haris Fatgehipon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pius Lustrilanang mengatakan ada 3 hal yang membuat gerakan mahasiswa berhasil yaitu idealisme, militansi dan kolaborasi. Untuk melawan Orde Baru, Pius kala itu menggalang gerakan pemimpin alternatif seperti Amien Rais dan Megawati yang membuatnya diculik pada 4 Februari 1998.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dilakukan Pius Lustrilanang dengan gerakan Aldera, bagi Prof. Hafid Abbas adalah mandat yang harus dilakukan universitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRefleksi kita sebagai universitas, komunitas masyarakat ilmiah yang segala perjuangannya tidak lain memajukan nilai universal dan ilmu,\u201d ucap Prof. Hafid Abbas sebagai refleksi reformasi dalam menciptakan demokrasi yang diperjuangkan Aldera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam amatan Abdul Haris apa yang telah Aldera lakukan mengingatkan akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">historia magistra vitae <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yakni<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201csejarah adalah guru kehidupan\u201d.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBuku yang ditulis Bang Pius mengingatkan kita semua kesalahan pada orde yang lalu,&#8221; ucap Abdul Haris yang juga wakil dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya buku ini menceritakan perjuangan reformasi yang tidak mengkultuskan nama dan tokoh. Kawan-kawan Aldera menyadari proses demokratisasi harus diperjuangkan secara bersama-sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ALDERA Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 menjadi buku yang sangat penting dalam memetik buah perjuangan sekaligus membaca lintasan sejarah pergerakan mahasiswa dalam sudut pandang \u201cpolitik yang membebaskan&#8221; dalam proses demokratisasi di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA- 21 Mei 1998 Soeharto turun dari jabatan presiden. Soeharto memimpin Orde Baru selama 32 tahun. Selama menjabat Soeharto melakukan konsolidasi kekuasaan dengan melakukan pembredelan pers, perampingan partai politik, mengontrol media, elemen-elemen peradilan pun kala itu tunduk di bawah kekuasaan Orde Baru. Pemusatan kekuasaan di bawah Orde Baru menjadikan slogan \u201cpembangunan\u201d tidak merata dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5537,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5535"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5538,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5535\/revisions\/5538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}