{"id":5277,"date":"2022-12-20T15:11:30","date_gmt":"2022-12-20T08:11:30","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=5277"},"modified":"2022-12-20T15:12:34","modified_gmt":"2022-12-20T08:12:34","slug":"prof-yuli-rahmawati-pendidikan-kimia-transformatif-harus-memperhatikan-5-prinsip-dasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2022\/12\/20\/prof-yuli-rahmawati-pendidikan-kimia-transformatif-harus-memperhatikan-5-prinsip-dasar\/","title":{"rendered":"Prof. Yuli Rahmawati: Pendidikan Kimia Transformatif Harus Memperhatikan 5 Prinsip Dasar\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas pendidikan di Indonesia\u00a0 masih menghadapi permasalahan dasar. Hal itu diucapkan Prof. Yuli Rahmawati dalam orasinya yang bertajuk \u201cPendidikan Kimia Transformatif menuju Pengembangan Kompetensi Generasi Emas 2045\u201d di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika UNJ (20\/12).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tantangan pendidikan di Indonesia masih berada dalam tataran kualitas sumber daya manusia. Terutama ketika pandemi covid melanda pendidikan mengalami permasalahan yang signifikan. Baginya pendidikan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan kimia pun tak lepas dari tantangan itu. Namun miskonsepsi pendidikan kimia pun sering terjadi dalam pembelajaran. Dalam Pembelajaran kimia seharusnya melibatkan kehidupan sehari-hari. Di sini menurut Prof. Yuli Rahmawati menganggap pendidikan kimia haruslah bermakna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pendidikan Transformatif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan kimia juga haruslah kontekstual. Khususnya pendidikan kimia yang mengarah kepada kemampuan kompetensi dasar dan holistik siswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Prof. Yuli maka diperlukan guru atau dosen yang\u00a0 juga memiliki identitas sebagai pendidik reflektif dan transformatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baginya pendidikan kimia transformatif harus mengakomodasi komponen kurikulum yang progresif yang berfokus\u00a0 pada bagaimana kurikulum diciptakan yang tidak hanya fokus pada penguasaan keilmuan tetapi juga dalam pencapaian kompetensi lulusan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum tradisional yang dialaminya selama proses pembelajaran kurikulum hanya dipandang sebagai kumpulan materi pembelajaran, perencanaan pembelajaran hanya di kelas, serta tugas yang dilaksanakan dan pemahaman konsep terbatas sehingga tidak terciptanya proses berpikir kritis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Prof. Yuli\u00a0 ada tiga prinsip mendasar yang dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran transformatif yakni; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(1) constructivism as referent, (2) empowering teacher-student relationship, (3) dialectical thinking. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini kuncinya adalah adanya ruang partisipasi aktif dalam pembelajaran<\/span><\/p>\n<p><b>Model Pembelajaran Transformatif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penelitiannya Prof. Yuli menjelaskan model-model pembelajaran transformatif yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">socio emotional learning, dilemma teaching pedagogy, life cycle, green chemistry, cultural responsive teaching, dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang menarik ketika siswa mengkonstruksi pemahaman pembelajaran kimia dari latar budaya sehari-hari yang dipahami siswa seperti \u201cpadusan\u201d untuk menganalogikan proses ionisasi. Meskipun kurang tepat Prof. Yuli menjelaskan dapat memudahkan siswa memahami konsep ionisasi jika menggunakan analogi kehidupan sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Prof. Yuli Pendidikan Kimia Transformatif harus memperhatikan 5 prinsip dasar yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cultural-self knowing, relational knowing, critical knowing, visionary and ethical knowing, dan knowing in action.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi pembelajaran kimia tidak hanya fokus pada pencapaian angka\/skor namun pada\u00a0 perubahan paradigma yang mendasar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Kualitas pendidikan di Indonesia\u00a0 masih menghadapi permasalahan dasar. Hal itu diucapkan Prof. Yuli Rahmawati dalam orasinya yang bertajuk \u201cPendidikan Kimia Transformatif menuju Pengembangan Kompetensi Generasi Emas 2045\u201d di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika UNJ (20\/12). Tantangan pendidikan di Indonesia masih berada dalam tataran kualitas sumber daya manusia. Terutama ketika pandemi covid melanda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5278,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5279,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5277\/revisions\/5279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}