{"id":4829,"date":"2022-07-07T20:16:46","date_gmt":"2022-07-07T13:16:46","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=4829"},"modified":"2022-07-08T14:57:21","modified_gmt":"2022-07-08T07:57:21","slug":"prof-muhammad-zid-kampung-migran-berdaya-kmb-bentuk-implementasi-soft-skill-bagi-perempuan-eks-migran-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2022\/07\/07\/prof-muhammad-zid-kampung-migran-berdaya-kmb-bentuk-implementasi-soft-skill-bagi-perempuan-eks-migran-internasional\/","title":{"rendered":"Prof. Muhammad Zid: Kampung Migran Berdaya (KMB) Bentuk Implementasi Soft Skill bagi Perempuan Eks Migran Internasional"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Muhammad Zid melakukan Orasi Ilmiah bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKampung Migran Berdaya: Kajian Teoritis dan Praktis Terhadap Pemberdayaan Migrasi Internasional Perempuan Pedesaan Indonesia\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Aula Latief Hendraningrat (7\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan Prof. Muhammad Zid sebagai guru besar tetap pertama bidang ilmu Sosiologi Pedesaan Fakultas Ilmu Sosial UNJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Saya pun berasal dari desa se desa-desanya,&#8221; ucap Prof. Zid mengawali orasi ilmiahnya yang ketika itu mengingat masa sekolah dulu di kampung Panggarangan Lebak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Migrasi Internasional menjadi kajian yang diangkat Prof. Zid. Menurutnya fenomena Migrasi Internasional adalah fenomena dunia. PBB menaksir tahun 2020 ada sekitar 281 juta orang migran internasional atau memawikili 3,6 persen populasi global.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Prof. Zid bahwa seseorang yang melakukannya Migrasi Internasional ke luar negeri atau pergi dari negara asalnya memiliki berbagai tujuan secara spesifik. Di Indonesia faktor ekonomi menjadi faktor yang dominan. Rata-rata dari mereka yang melakukan Migrasi Internasional\u00a0 berharap untuk dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Migrasi Internasional Perempuan Indonesia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam orasinya Prof. Zid secara spesifik memaparkan hasil penelitian mendalamnya pada masyarakat Desa Panyingkiran, Kabupaten Karawang, dan Desa Ciherang Kabupaten Purwakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua desa ini masyarakatnya masih mengandalkan sektor pertanian. Kemiskinan dan kemelaratan mengakibatkan perempuan ikut bekerja dan menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarga. Jika ada yang sukses di luar negeri, cerita sukses mereka bisa menular ke perempuan lain dan keinginan untuk ke luar negeri menjadi tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBetapa mereka menjadi berdaya setelah menjadi TKW dan mampu mengakumulasikan remitennya,\u201d ujar Profesor Zid yang juga ketua LP3 UNJ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi remiten dari Migrasi Internasional memiliki dampak yang signifikan bagi keberlangsungan keluarga maupun desa. Remiten pun tidak hanya dipahami sebagai uang dan barang yang dikirimkan oleh migran, tetapi juga mengenai ide dan kreativitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penelitiannya Prof. Zid juga menemukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">local wisdom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tipe penggunaan remiten yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rik rik gemi bari jeung dagdag degdeg <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mangpang meungpeung<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rik rik gemi bari jeung dagdag degdeg<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> remiten digunakan untuk kegiatan produktif seperti membeli tanah, rumah dan pendidikan. Sedangkan tipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mangpang meungpeung <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">remiten digunakan untuk hal yang konsumtif seperti pemenuhan gaya hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Zid juga menginisiasi Kampung Migran Berdaya (KMB) sebagai bentuk implementasi <em>soft skill<\/em> bagi eks migran internasional dalam pandangan Prof. Zid ada tiga aspek yakni <em>Pertama<\/em>, eks migran perempuan pedesaan memiliki keahlian. <em>Kedua,<\/em> KMB hadir untuk menjawab peluang dan potensi. <em>Ketiga,<\/em> pendampingan KMB menjadi sangat penting agar tujuan dari program pemberdayaan tetap berjalan sesuai rencana. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui KMB ini perempuan eks migran dapat menyalurkan pengetahuaanya seperti kuliner, mendidik anak, kesehatan kepada warga lainnya secara terintegrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cAras mikronya kecamatan dan desa harus menginisiasi Kampung Migran Berdaya,\u201d ujar Prof.Zid menutup orasinya. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Prof. Muhammad Zid melakukan Orasi Ilmiah bertajuk \u201cKampung Migran Berdaya: Kajian Teoritis dan Praktis Terhadap Pemberdayaan Migrasi Internasional Perempuan Pedesaan Indonesia\u201d di Aula Latief Hendraningrat (7\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan Prof. Muhammad Zid sebagai guru besar tetap pertama bidang ilmu Sosiologi Pedesaan Fakultas Ilmu Sosial UNJ.\u00a0 &#8220;Saya pun berasal dari desa se [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4830,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4829"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4829"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4838,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4829\/revisions\/4838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}