{"id":4825,"date":"2022-07-07T18:17:57","date_gmt":"2022-07-07T11:17:57","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=4825"},"modified":"2022-07-08T15:14:18","modified_gmt":"2022-07-08T08:14:18","slug":"pembinaan-profesi-guru-berkelanjutan-jadi-kunci-tata-kelola-guru-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2022\/07\/07\/pembinaan-profesi-guru-berkelanjutan-jadi-kunci-tata-kelola-guru-nasional\/","title":{"rendered":"Pembinaan Profesi Guru Berkelanjutan Jadi Kunci Tata Kelola Guru Nasional"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">EDURANEWS, JAKARTA: Peran guru dalam pendidikan sangat penting. Namun, pembinaan guru sebagai pendidik yang ada pada tata kelola guru belum sepenuhnya maksimal. Sampai saat ini nasib guru masih di bawah pengaturan undang-undang belum bisa mewakili aspirasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-4826 alignleft\" src=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-300x155.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"155\" srcset=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-300x155.jpeg 300w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-1024x531.jpeg 1024w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-768x398.jpeg 768w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-696x361.jpeg 696w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-1068x553.jpeg 1068w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM-810x420.jpeg 810w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-07-at-6.06.15-PM.jpeg 1262w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. mengatakan solusi kunci dari\u00a0 Tata Kelola Guru Nasional adalah Pembinaan Profesi Guru Berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bila pemerintah tidak memprioritaskan kesejahteraan guru maka profesi ini tidak akan tertarik di mata anak-anak muda generasi penerus. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi ini akan mengkhawatirkan bila terjadi di masa depan. Terutama nasib pendidikan karena akan kehilangan masa depan yang potensial.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi. Pendidikan menjadi penting karena akan menentukan kualitas hidup masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, Profesor Unifah mengatakan kritiknya pada RUU Sisdiknas yang pelan-pelan mengesampingkan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari pusaran pendidikan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Padahal muara mutu pendidikan adalah perhatian dan pengaturan yang jelas dan komprehensif terhadap LPTK dan Guru.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profesor Unifah, yang juga guru besar Universitas Negeri Jakarta, mengatakan dalam RUU SIsdiknas hal itu belum jelas dan gamblang diatur, bahkan tidak mendapat tempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu disampaikan ketika menjadi pembicara pada Webinar Nasional Dies Natalis ke-41 Universitas PGRI Semarang. Tajuk diskusi bertema &#8220;Menakar Sistem Pendidikan Nasional&#8221;.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA: Peran guru dalam pendidikan sangat penting. Namun, pembinaan guru sebagai pendidik yang ada pada tata kelola guru belum sepenuhnya maksimal. Sampai saat ini nasib guru masih di bawah pengaturan undang-undang belum bisa mewakili aspirasinya. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. mengatakan solusi kunci dari\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4827,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8],"tags":[473,472],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4825"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4839,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions\/4839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}