{"id":4808,"date":"2022-07-06T15:01:52","date_gmt":"2022-07-06T08:01:52","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=4808"},"modified":"2022-07-06T15:01:52","modified_gmt":"2022-07-06T08:01:52","slug":"prof-anan-sutisna-rumah-kewirausahaan-mewujudkan-masyarakat-yang-mandiri-dan-maju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2022\/07\/06\/prof-anan-sutisna-rumah-kewirausahaan-mewujudkan-masyarakat-yang-mandiri-dan-maju\/","title":{"rendered":"Prof. Anan Sutisna: Rumah Kewirausahaan Mewujudkan Masyarakat\u00a0 yang Mandiri dan Maju"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span>Prof. Anan Sutisna melakukan Orasi Ilmiah bertajuk <\/span><i><span>\u201cMembangun Desa Peradaban Melalui Rumah Kewirausahaan Berbasis Pendidikan Masyarakat\u201d <\/span><\/i><span>di Aula Latief Hendraningrat (6\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan Prof. Anan Sutisna sebagai guru besar tetap Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu pembangunan manusia sangat strategis untuk dilakukan pengkajian yang komprehensif. Ada peran perguruan tinggi yang dapat memajukan sumber daya manusia. Perguruan tinggi adalah\u00a0 gudang inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Salah satunya adalah peran dosen,&#8221; ucap Prof. Anan mengawali orasi ilmiahnya. Baginya dosen memiliki peran sentral dalam\u00a0 pendidikan dan penelitian kepada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen memiliki tugas mengajar dan membimbing mahasiswa serta tanggung jawab pengetahuan melalui penelitian di bidang keahliannya. Jalan hidup dosen menjadi syarat mutlak adalah berjiwa pendidik sekaligus peneliti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Anan menginginkan inovasi dari penelitian dosen\u00a0 menjadi jembatan pemberdayaan kepada masyarakat. Melalui implementasi yang\u00a0 tepat guna penelitian\u00a0 dosen sebagai roda perekonomian yang dapat menggerakan perekonomian desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Indonesia yang berbeda setiap geografis dan pedesaan yang masih dianggap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bottom up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau partisipatif dalam pembangunan desa. Aspirasi merupakan syarat penting agar pembangunan berjalan. Prof. Anana percaya, masyarakat bukanlah objek tapi sebagai subjek yang berperan dalam pembangunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat desa harus menjadi aktor utama yang harus ditekankan. Pembangunan masyarakat harus mewujud kepada pemberdayaaan. Di sinilah\u00a0 letak Program Desa Peradaban merupakan desa yang maju dalam ekonomi, pendidikan, politik dan kinerja aparatur desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan Masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan desa yang berdaya. Ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menjadi aspek penting dalam pendidikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Prof. Anan Model Rumah Kewirausahaan yang telah digelutinya selama 10 tahun memberikan dampak pada kesempatan pendidikan formal yang tidak selalu dimiliki masyarakat. Maka pemberdayaan masyarakat melalui Pendidikan Masyarakat menjadi kunci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Agar pendidikan dapat diperoleh bagi masyarakat yang tidak memiliki kesempatan,&#8221; ujarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Rumah Kewirausahaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di setiap daerah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">community<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">learning center <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">didirikan dari masyarakat untuk masyarakat: keaksaraan, kesetaraan, dan program vokasi terutama dalam keterampilan wirausaha. Program pendidikan masyarakat menjadi aksesibilitas terutama\u00a0 integrasi dengan pendidikan dan keterampilan wirausaha sehingga\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outputnya <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">manusia cerdas terampil dan mandiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan agar mampu memecahkan masalah sehingga tercipta masyarakat madani,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Anan mengembangkan Model Rumah Kewirausahaan menemukan fakta di lapangan belajar sambil berwirausaha bagi masyarakat desa penting dilakukan. Konsep ini telah teruji dalam 5 tahun terakhir. Pengalaman belajar bukan hanya di kelas tapi lebih luas yakni di lingkungan rumah peserta didik. Rumah sebagai fasilitas tinggal juga menjadi rumah belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Model ini membantu peningkatan pengetahuan keterampilan dan ekonomi keluarga di pedesaan&#8221; ujarnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbatasnya pusat belajar, maka pemberdayaan masyarakat desa dapat dilakukan melalui Rumah Kewirausahaan pada komunitas belajar pada pedesaan. Komunitas belajar yang mampu meningkatan pengetahuan keterampilan dan pendapatan warga masyarakat desa.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Prof. Anan Sutisna melakukan Orasi Ilmiah bertajuk \u201cMembangun Desa Peradaban Melalui Rumah Kewirausahaan Berbasis Pendidikan Masyarakat\u201d di Aula Latief Hendraningrat (6\/7). Orasi Ilmiah ini sekaligus mengukuhkan Prof. Anan Sutisna sebagai guru besar tetap Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.\u00a0 Isu pembangunan manusia sangat strategis untuk dilakukan pengkajian yang komprehensif. Ada peran perguruan tinggi yang dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4809,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4808"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4808"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4808\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4810,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4808\/revisions\/4810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}