{"id":4188,"date":"2021-12-27T15:22:57","date_gmt":"2021-12-27T08:22:57","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=4188"},"modified":"2021-12-27T15:25:39","modified_gmt":"2021-12-27T08:25:39","slug":"pemulihan-pembelajaran-kemdikbud-fokus-pada-kurikulum-prototipe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/12\/27\/pemulihan-pembelajaran-kemdikbud-fokus-pada-kurikulum-prototipe\/","title":{"rendered":"Pemulihan Pembelajaran, Kemdikbud Fokus Pada Kurikulum Prototipe"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pandemi memberikan dampak pada proses pembelajaran siswa. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) memberikan evaluasi dalam mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss).\u00a0 Dalam catatan BSKAP sekolah-sekolah yang menggunakan Kurikulum Darurat lebih maju empat sampai lima bulan belajar dibandingkan yang menggunakan kurikulum 2013.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHasil ini menguatkan kami dalam merancang Kurikulum Prototipe agar lebih efektif,\u201d tutur Kepala BSKAP Anindito Aditomo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum 2013 dinilai sangat padat konten jadi kurang relevan dengan masa pandemi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum Prototipe sendiri adalah lanjutan dari kurikulum Masa Khusus Pandemi Covid-19 atau Kurikulum Darurat. Perlu dipahami Kurikulum Prototipe ini dapat dipilih sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya kurikulum ini merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss). Anindito menjelaskan Kurikulum Prototipe sebagai tambahan aksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Darurat juga silahkan memilih, apakah akan tetap menerapkan Kurikulum Darurat atau Kurikulum Prototipe,\u201d ujar Anindito.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum Prototipe juga memberikan ruang bagi sekolah untuk mempelajari konsep Kurikulum Prototipe. Sekolah dapat menggunakan kurikulum ini untuk pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa seperti literasi dan numerasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anindito menjelaskan ada tiga karakteristik utama Kurikulum Prototipe. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pengembangan kemampuan non-teknis <em>(soft skills)<\/em> dan karakter mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum Prototipe berfokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketiga,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.<\/span><\/p>\n<p>Sumber: Kemdikbud<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA. Pandemi memberikan dampak pada proses pembelajaran siswa. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) memberikan evaluasi dalam mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss).\u00a0 Dalam catatan BSKAP sekolah-sekolah yang menggunakan Kurikulum Darurat lebih maju empat sampai lima bulan belajar dibandingkan yang menggunakan kurikulum 2013. \u201cHasil ini menguatkan kami dalam merancang Kurikulum Prototipe agar lebih efektif,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4189,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4188"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4188"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4191,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4188\/revisions\/4191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}