{"id":4028,"date":"2021-12-14T21:24:36","date_gmt":"2021-12-14T14:24:36","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=4028"},"modified":"2021-12-16T14:07:49","modified_gmt":"2021-12-16T07:07:49","slug":"prof-budiaman-menemukan-pendidikan-lingkungan-sociopreneur-yang-implementatif-dan-kurikulum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/12\/14\/prof-budiaman-menemukan-pendidikan-lingkungan-sociopreneur-yang-implementatif-dan-kurikulum\/","title":{"rendered":"Prof. Budiaman: Menemukan Pendidikan Lingkungan Sociopreneur yang Implementatif dan Kurikulum"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Prof. Budiaman melakukan orasi ilmiah dengan tajuk &#8220;Model Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Sociopreneurship&#8221; di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika Kampus A UNJ (14\/12).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tema ini dilandasi oleh pentingnya nilai-nilai pendidikan lingkungan secara berkelanjutan yang dapat diinternalisasikan dalam bentuk kesadaran dan perilaku peserta didik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Budiaman mengingatkan pentingnya mengembangkan kemampuan individu dalam mengantisipasi permasalahan lingkungan. Kecerdasan individu ini merujuk pada\u00a0 peran strategis dalam menciptakan sinergitas hubungan dengan ekosistemnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFokus saya pada pendidikan di SLTP,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan masyarakat yang cepat menjadi dilema lingkungan terutama di masa pandemi. Prof. Budiaman menjelaskan bahwa dilema lingkungan berpusat\u00a0 pada kelebihan penduduk, ketidakadilan serta konsumerisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam orasi ini saya mengangkat khusus hal konsumerisme,\u201d ucap Profesor kelahiran Indramayu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian Nurhati (2020) memaparkan dampak PSBB dan WFH membuat\u00a0 belanja online berbentuk paket naik 62%. Untuk layanan antar makanan melonjak 47%. Hasil survei 20 April hingga 5 Mei 2020 menunjukan angka aktivitas belanja online masyarakat Jakarta dan sekitarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam konteks ini banyak sampah di rumah kita,\u201d ujarnya penuh prihatin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi menjadi tantangan pendidikan lingkungan bagi anak SLTP. Sehingga pendidikan lingkungan harus lebih praktis dengan meningkatkan pemikiran kritis peserta didik, kepemimpinan, kompetensi, pemecahan masalah, keterlibatan akademik dan gaya hidup sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Budiaman juga menjelaskan ada tiga bagian penting yang perlu dibedah dalam pendidikan lingkungan di Indonesia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> peraturan menteri lingkungan hidup No. 05\/2013 pedoman pelaksanaan program Adiwiyata. Stimulus hadiah dari pemerintah sepertinya masih diperlukan dalam memicu masyarakat peduli terhadap lingkungan hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Kedua,<\/em> Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Muara gerakan ini secara sadar menciptakan aksi kolektif secara sadar. <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">skema dukungan pelaksanaan gerakan dari pelbagai institusi terkait.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya berkesempatan mengikuti program sociopreneurship,\u201d ujar Prof. Budiaman yang ketika itu berkesempatan mengembangkan bank sampah di kota Bekasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Sociopreneur secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah model bisnis dengan strategi untuk hasil yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Intinya haruslah sederhana, persuasif dan menarik. Di sekolah hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan ditanamkan adalah memilah sampah non organik yang memiliki nilai ekonomis.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sinilah Prof. Budiaman menemukan langkah-langkah praktis dalam implementasi socialpreneurship yang berkaitan dengan implementatif dan kurikulum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah itu adalah; kepala sekolah memberi pengarahan tentang pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, pembentukan relawan peduli sampah dan membuat sistem tabungan sampah yang ada pada setiap kelas, siswa memilah sampah non organik dari seluruh kelas dikumpulkan pada karung khusus, relawan peduli sampah memilah berbagai jenis sampah setiap sabtu, kepala sekolah dan relawan peduli sampah menimbang sampah non organik,\u00a0 pemantauan rutin program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Green School<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, setiap selesai jam belajar sekolah, program diinternalisasikan melalui lomba kebersihan kelas setiap sebulan sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPada akhirnya saya teringat catatan Prof. Emil Salim bahwa kesadaran lingkungan akan menumbuhkan rasa cinta alam, ketaqwaan, dan\u00a0 pembentukan watak bangsa Indonesia,\u201d ujarnya. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA&#8211; Prof. Budiaman melakukan orasi ilmiah dengan tajuk &#8220;Model Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Sociopreneurship&#8221; di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika Kampus A UNJ (14\/12).\u00a0 Tema ini dilandasi oleh pentingnya nilai-nilai pendidikan lingkungan secara berkelanjutan yang dapat diinternalisasikan dalam bentuk kesadaran dan perilaku peserta didik. Prof. Budiaman mengingatkan pentingnya mengembangkan kemampuan individu dalam mengantisipasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4037,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4028"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4028"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4028\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4038,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4028\/revisions\/4038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}