{"id":3435,"date":"2021-10-25T13:52:11","date_gmt":"2021-10-25T06:52:11","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=3435"},"modified":"2021-10-29T14:41:28","modified_gmt":"2021-10-29T07:41:28","slug":"seminar-kewirausahaan-fakultas-ekonomi-unj-tumbuhkan-minat-wirausaha-siswa-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/10\/25\/seminar-kewirausahaan-fakultas-ekonomi-unj-tumbuhkan-minat-wirausaha-siswa-sekolah\/","title":{"rendered":"Seminar Kewirausahaan Fakultas Ekonomi UNJ Tumbuhkan Minat Wirausaha Siswa Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA-<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Fakultas Ekonomi UNJ mengadakan seminar Nasional Kewirausahaan dan Pembelajarannya. Seminar ini menggandeng SMAN 1 Parung untuk menciptakan dan menumbuhkan cara pandang wirausaha di kalangan Siswa. Pembicara kunci di seminar ini adalah Prof. Dedi Purwana dan Muhammad Ikhwan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Dedi Purwana menjelaskan mengenai bagaimana menumbuhkan cara pandang wirausaha. Wirausaha ini sejalan dengan Visi Indonesia 2045 yang akan menjadi lima besar negara yang memiliki perekonomian terbesar dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Prof. Dedi Purwana karakteristik untuk bisa menjadi negara dengan perekonomian terbesar ada dua cara yang mesti di fokuskan.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memperkuat infrastruktur, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sumber daya manusianya dibuat unggul. Jika melihat pertumbuhan dan pendapatan perkapita, Indonesia mulai merangkak naik menjadi negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKata kuncinya kemampuan pemerintah menghasilkan sumber daya manusia yang unggul,\u201d ujarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SDM yang unggul tidak hanya dilihat dari latar belakang pendidikan tetapi juga memperbanyak wirausaha di Indonesia. Menurut data GEM infrastruktur yang mendukung minat wirausaha juga cukup naik signifikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProgram-program yang mendukung wirausaha di Indonesia cukup baik,\u201d kata Prof. Dedi Purwana. Skor dari tahun ke tahun yang terus membaik untuk pendidikan wirausaha. Misalnya skor untuk e<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ntrepreneurial education at school <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang memiliki\u00a0 skor 6.6.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya optimis di tahun 2045 Indonesia meraih visinya,\u201d kata Prof. Dedi Purwana yang merupakan profesor bidang pendidikan ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan mendasar jika ingin menjadi negara terbesar perekonomian adalah apakah menjadi negara produsen atau konsumen. Faktor konsumsi masyarakat masih dominan bukan menjadi produsen. Ada beberapa potensi\u00a0 yang dapat dikembangkan seperti produk kuliner, musik, film dan usaha rintisan digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Benahi Sektor Pendidikan\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sektor pendidikan menjadi fokus yang perlu segera dibenahi. Terutama melihat dari generasi milenial yang akan menjadi tumpuan wajah ekonomi ke depan. Prof. Dedi Purwana menjelaskan mengenai generasi milenial ini yang memiliki usia produktif dan berani wirausaha. Dukungan digital mempengaruhi aktivitas yang berbasis digital terhubung media sosial dan memiliki jaringan lintas batas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan wirausaha pada dasarnya adalah mengelola sumber daya manusia. Jiwa wirausaha yang perlu dimiliki seperti inspiratif, berani menanggung resiko, fleksibel terhadap perubahan, memiliki kemampuan komunikasi, kreatif dan inovatif.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarus dibangun atmosfer wirausaha bagi siswa dan mahasiswa,\u201d ucapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya setiap siswa dan mahasiswa mantap untuk berwirausaha. Pimpinan lembaga pendidikan menciptakan iklim yang berorientasi budaya entrepreneurship.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Manfaatkan Teknologi Informasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Ikhwan menyampaikan mengenai bagaimana melihat dan menyiapkan peluang usaha melalui teknologi informasi. Perubahan signifikan seiring terjadi dengan kemajuan teknologi informasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBiasanya kita mengandalkan lapak dan toko,\u201d ucap Muhammad Ikhwan mengawali pemaparan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang bisnis dan wirausaha bisa mengandalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> daring yang hanya membutuhkan internet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjadi wirausaha di era digital dengan memperhatikan langkah-langkahnya. Muhammad Ikhwan menceritakan mengenai dua orang kakek dan satu sahabatnya. Pekerjaan dua orang kakek itu untuk menetap dan mancing di danau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSatu orang baru ikut dan memancing,\u201d ucap Muhammad Ikhwan. cerita ini diambil untuk menjadi wirausaha digital tetapi sering melupakan langkah-langkahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Trends<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> salah satu aplikasi yang bisa gunakan untuk menganalisa sesuatu yang trending. Google Trends adalah layanan dari google yang menyediakan data dan grafik mengenai popularitas yang sedang terjadi di halaman pencarian google.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2020 menandakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">virtual meeting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jarak jauh menjadi tren. Zoom pun menjadi salah satu perusahaan yang tumbuh padahal perusahaan ini sebelumnya ada di ujung kebangkrutan. Zoom menjadi tren dan mengangkat penghasilan perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Muhammad Ikhwan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Trend <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menampilkan topik yang sedang banyak dibahas, mencari keyword yang sering dipakai dan membandingkan performa antar keyword. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google trend <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga mudah digunakan bagi semua kalangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Trend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibuat untuk\u00a0 masyarakat luas jadi tidak perlu kemampuan khusus,\u201d kata Muhammad Ikhwan yang merupakan praktisi dan dosen Fakultas Ekonomi UNJ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Google Trend, Muhammad Ikhwan juga menjelaskan mengenai Google Sites yang merupakan tool yang digunakan untuk menciptakan costume website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKelebihan Google Sites kita bisa lebih efektif membuat platform usaha digital,\u201d ucapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Google Sites juga gratis, mudah dibuat dan situs yang mudah dicari. Siswa dapat mempraktikan wirausahanya dengan memanfaatkan platform digital ini. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA- Fakultas Ekonomi UNJ mengadakan seminar Nasional Kewirausahaan dan Pembelajarannya. Seminar ini menggandeng SMAN 1 Parung untuk menciptakan dan menumbuhkan cara pandang wirausaha di kalangan Siswa. Pembicara kunci di seminar ini adalah Prof. Dedi Purwana dan Muhammad Ikhwan.\u00a0 Prof. Dedi Purwana menjelaskan mengenai bagaimana menumbuhkan cara pandang wirausaha. Wirausaha ini sejalan dengan Visi Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3437,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3435"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3435"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3435\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3442,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3435\/revisions\/3442"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}