{"id":3298,"date":"2021-10-07T16:01:14","date_gmt":"2021-10-07T09:01:14","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=3298"},"modified":"2021-10-14T14:04:47","modified_gmt":"2021-10-14T07:04:47","slug":"prof-ucu-cahyana-kemampuan-literasi-sains-bukan-menghafal-tetapi-mampu-menganalisis-memberikan-gagasan-dan-memecahkan-masalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/10\/07\/prof-ucu-cahyana-kemampuan-literasi-sains-bukan-menghafal-tetapi-mampu-menganalisis-memberikan-gagasan-dan-memecahkan-masalah\/","title":{"rendered":"Prof. Ucu Cahyana: Literasi Sains Bukan Menghafal Tetapi Mampu Menganalisis, Memberikan Gagasan dan Memecahkan Masalah"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA-<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Prof. Ucu Cahyana memaparkan orasi ilmiah Integrasi <em>Framework<\/em> Pedagogi pada <em>Mobile Learning<\/em> dalam Manajemen Pembelajaran : Alternatif Meningkatkan Literasi Sains&#8221; di Aula Latief Hendraningrat (7\/10).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga alasan utama mengapa tingkat literasi sains Indonesia rendah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> capaian literasi sains siswa Indonesia masih rendah ini persoalan besar karena sains komponen kunci bagi bangsa dalam penguasaan sains dan teknologi, k<em>edua<\/em>, Pendidikan sains ke depan akan berkaitan dengan media digital, <em>ketiga<\/em> kebijakan pemerintah harus didukung oleh kegiatan riset terutama konsep kebijakan media digital dalam pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan sains menjadi komponen penting dalam penguasaan sains dan teknologi. Literasi sains secara sederhana adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan sains dan teknologi yang didasari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukan menghafal konsep, tapi mampu menganalisis, memberikan gagasan dan memecahkan masalah,&#8221; ucap Prof. Ucu Cahyana yang merupakan guru besar di bidang Ilmu Manajemen Pembelejaran Kimia FMIPA UNJ.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Prof. Ucu Cahyana, tahap peserta didik Indonesia hanya baru bisa memahami. Ini adalah kemampuan yang paling lemah dari siswa dalam penguasaan literasi sains.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Aspek Literasi Sains<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan PISA salah satu yang dapat mendefinisikan literasi sains yaitu pengetahuan ilmiah dan menggunakan pengetahuan untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh, menjelaskan fenomena ilmiah dan menarik kesimpulan. Kemampuan ini menjadi fondasi awal bagaimana siswa memahami literasi sains.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProses Pembelajaran sains di Indonesia banyak di konsep teori,\u201d ucap Prof. Ucu Cahyana, \u201ctetapi prosedur mekanisme sainnsya masih sangat lemah,\u201d lanjut Prof. Ucu Cahyana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari sisi pembelajaran praktikum juga masih lemah, siswa juga hanya mengerjakan sesuatu kemudian melihat tetapi tidak diajarkan bagaimana menyimpulkan\u00a0 fenomena sains termasuk menganalisis dan berpikir kreatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengetahuan tentang sains juga tidak dikaitkan dengan kontekstual lokal dan global yang mengakibatkan siswa berhenti untuk memahami fenomena sains.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAkibatnya sikap terhadap kepedulian terhadap sains dan fenomena alam menjadi rendah,\u201d ucap Prof. Ucu Cahyana. Itulah mengapa di Indonesia tidak banyak anak-anak muda untuk mendalami ilmu sains dan menjadi akademisi di bidang sains.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><b>Mobile Learning<\/b><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pembelajaran sains menjadi kontekstual dan interaktif maka diperlukan pendekatan dalam manajemen pembelajaran. Di sinilah Prof. Ucu Cahyana menjelaskan mengenai integrasi framework pedagogi <em>mobile learning\u00a0<\/em> dalam manajemen pembelajaran sains.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana mobile learning ini melibatkan perangkat telepon genggam <em>(smartphone)<\/em> dalam proses pembelajaran dan berkolaborasi dengan teman siswa.\u00a0 Jadi dengan penggunaan <em>mobile learning<\/em> ini dapat meningkatkan kolaborasi, jangkauan menjadi lebih luas dan siswa dapat belajar lebih mendalam<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProses belajar tidak ditentukan hanya dari guru tetapi juga siswa sesuai dengan kebutuhannya,\u201d ucap Prof. Ucu Cahyana. Proses pembelajaran pun menjadi lebih mendalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efektivitas <em>mobile learning<\/em> tergantung dengan <em>framework mobile learning<\/em> itu sendiri. Intinya dari beberapa <em>framework<\/em> ada enam faktor yang harus dipikirkan yakni karakteristik pembelajaran sains, lingkungan belajar, desain platform mobile learning, konteks belajar sains, pengalaman belajar sains, dan tujuan pembelajaran sains.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Prof. Ucu Cahyana, <em>mobile learning<\/em> ini tidak dapat digunakan oleh siswa yang memiliki motivasi belajar sains yang rendah. Oleh karena itu <em>mobile learning<\/em> ini akan sangat efektif jika digunakan siswa yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">juga Tipe framework pedagogi <em>mobile learning<\/em> yang paling cocok adalah jarak transaksional rendah dengan pembelajaran mobile melalui aktivitas sosial yang tinggi. Terutama untuk daerah 3 T.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMobile learning dapat menggantikan guru,\u201d ucap Prof. Ucu Cahyana yang guru-guru sains di daerah 3 T sulit untuk berinteraksi dengan siswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini akan menambah kompetensi di abad 21 dan 22. Terkini Prof. Ucu Cahyana juga sedang mengembangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam bidang kebudayaan. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA- Prof. Ucu Cahyana memaparkan orasi ilmiah Integrasi Framework Pedagogi pada Mobile Learning dalam Manajemen Pembelajaran : Alternatif Meningkatkan Literasi Sains&#8221; di Aula Latief Hendraningrat (7\/10).\u00a0 Ada tiga alasan utama mengapa tingkat literasi sains Indonesia rendah. \u00a0Pertama, capaian literasi sains siswa Indonesia masih rendah ini persoalan besar karena sains komponen kunci bagi bangsa dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3299,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3298"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3298"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3409,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3298\/revisions\/3409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}