{"id":3223,"date":"2021-10-04T13:24:38","date_gmt":"2021-10-04T06:24:38","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=3223"},"modified":"2021-10-05T09:22:04","modified_gmt":"2021-10-05T02:22:04","slug":"professor-komarudin-lakukan-pengabdian-masyarakat-p2m-untuk-guru-smp-se-kabupaten-indramayu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/10\/04\/professor-komarudin-lakukan-pengabdian-masyarakat-p2m-untuk-guru-smp-se-kabupaten-indramayu\/","title":{"rendered":"Professor Komarudin Lakukan Pengabdian Masyarakat (P2M) Untuk Guru SMP Se-Kabupaten Indramayu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">EDURANEWS, JAKARTA: Dalam menjalankan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi, Profesor Komarudin memberikan pelatihan kepada guru PPKN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Indramayu (02\/10\/\/2021).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan ini bertajuk &#8220;Pelatihan Penggunaan Instrumen Pengukuran Toleransi Sosial Sebagai Bagian Dari Penilaian Afeksi Pada Guru PPKN di Kabupaten Indramayu&#8221;. Selain itu kegiatan ini juga terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA:\u00a0<a href=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/06\/08\/orasi-ilmiah-prof-komarudin-pembelajaran-ppkn-kunci-persemaian-toleransi-sosial\/\">Orasi Ilmiah, Prof. Komarudin : Pembelajaran PPKn Kunci Persemaian Toleransi Sosial<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Semoga mahasiswa yang ikut dalam KKN ini mendapatkan pengalaman dan pembelajaran nyata dari masyarakat,&#8221; ungkap Profesor Komarudin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru PPKN tingkat SMP dalam menggunakan instrumen pengukuran toleransi sosial dalam pembelajaran PPKn. Terutama dalam aspek afektif atau kecenderungan sikap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Toleransi sosial ini penting, dalam konteks berbangsa dan bernegara, agar kesatuan dan persatuan tetap terjaga. Tidak ada lagi disintegrasi di kalangan masyarakat,&#8221; ujar Profesor Komarudin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-3225 alignleft\" src=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-300x213.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-300x213.jpeg 300w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-1024x726.jpeg 1024w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-768x544.jpeg 768w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-100x70.jpeg 100w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-696x493.jpeg 696w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-1068x757.jpeg 1068w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301-593x420.jpeg 593w, https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-04-at-13.18.301.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Instrumen toleransi sosial merupakan penelitian yang dikembangkan Profesor Komarudin sejak 2012\/2013. Diskursus ini terus mengalami penyempurnaan dan pembakuan dengan melakukan survei pada kelompok masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan dengan berbagai demografi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga dimensi sosial yang ditemukan yaitu agama, etnik dan politik. Pengukuran toleransi sosial pun dilakukan agar mengetahui indeks toleransi sosial. Terutama pengukuran mengenai afektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asimilasi menjadi toleransi paling tinggi. Perbedaan etnik maupun politik diperlukan sikap asimilasi dalam mengurai perpecahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Toleransi adalah kesadaran untuk hidup berdampingan dengan saling menghargai antar kelompok masyarakat,&#8221; tutur Profesor Komarudin.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA:\u00a0<a href=\"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/10\/04\/guru-kabupaten-indramayu-siap-gunakan-pengukuran-toleransi-sosial-menjadi-instrumen-pembelajaran-ppkn\/\">Guru Kabupaten Indramayu Siap Gunakan Pengukuran Toleransi Sosial Menjadi Instrumen Pembelajaran PPKn<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA: Dalam menjalankan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi, Profesor Komarudin memberikan pelatihan kepada guru PPKN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Indramayu (02\/10\/\/2021).\u00a0 Pelatihan ini bertajuk &#8220;Pelatihan Penggunaan Instrumen Pengukuran Toleransi Sosial Sebagai Bagian Dari Penilaian Afeksi Pada Guru PPKN di Kabupaten Indramayu&#8221;. Selain itu kegiatan ini juga terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3224,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[8],"tags":[135,408,116],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3223"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3223"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3245,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3223\/revisions\/3245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}