{"id":2458,"date":"2021-06-30T14:38:23","date_gmt":"2021-06-30T07:38:23","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=2458"},"modified":"2021-06-30T14:38:23","modified_gmt":"2021-06-30T07:38:23","slug":"pengamat-pendidikan-pandemi-perparah-kesenjangan-akses-dan-mutu-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/06\/30\/pengamat-pendidikan-pandemi-perparah-kesenjangan-akses-dan-mutu-pendidikan\/","title":{"rendered":"Pengamat Pendidikan: Pandemi Perparah Kesenjangan Akses dan Mutu Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>EDURA NEWS, JAKARTA \u2013 Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) gelar seminar nasional bertajuk \u201cAntara SDGs dan COVID-19: Menyelamatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19\u201d pada Rabu, (30\/6). Seminar nasional ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung melalui kanal Youtube Edura TV.<\/p>\n<p>Ada empat narasumber yang dihadirkan untuk menjawab permasalahan pendidikan Indonesia di masa pandemi ini, yaitu Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Dr. Ir. Subandi Sardjoko, <a href=\"http:\/\/M.Sc\">M.Sc<\/a>, Pengamat Pendidikan Prof. Yudi Latif, Ph.D, Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kerjasama, Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Katman, S.Pd, M.A, dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia dan Staf Ahli Komite III DPD RI Dr. Jejen Musfah, M.A.<\/p>\n<p>Materi pertama mengenai \u201dPembangunan Pendidikan dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Kualitas Pendidikan dan Permasalahannya\u201d dipaparkan oleh Dr. Ir. Subandi Sardjoko, <a href=\"http:\/\/M.Sc\">M.Sc<\/a> sebagai Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan mengenai kerangka pikir pembangunan manusia yang berlandaskan Tiga Pilar Pembangunan, yaitu layanan dasar dan perlindungan sosial, produktivitas, dan pembangunan karakter. Salah satunya dengan pemerataan layanan pendidikan berkualitas.<\/p>\n<p>Subandi Sardjoko memaparkan data permasalahan pendidikan di Indonesia, yakni tingkat literasi di Indonesia, masalah tingkat penyelesaian pendidikan di tiap provinsi, dan masalah anak-anak Indonesia yang tidak bersekolah.<\/p>\n<p>Kemudian masalah diperparah dengan adanya pandemi, pada akhir 2020 masih ada 12.548 desa\/kelurahan yang masih belum memiliki layanan seluler 4G, sehingga banyak siswa\/mahasiswa yang kesulitan dalam mengakses layanan internet.<\/p>\n<p>Beberapa langkah pemulihan pendidikan di masa pandemi adalah dengan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan lain dalam menyelesaikan tantangan penyediaan layanan pendidikan jarak jauh (PJJ), meningkatkan kompetisi sumber daya manusia, dan mempersiapkan langkah-langkah pemulihan (<em>recovery<\/em>) pasca pandemi untuk menekan penurunan kemampuan siswa (<em>learning losses<\/em>).<\/p>\n<p>\u201cIni adalah tantangan bagi guru untuk lebih adaptif dalam penguasaan teknologi dan menjaga kemampuan pedagogis dalam proses PJJ, dan siswa juga dituntut tidak hanya menjadi konsumen pendidikan, namun juga dapat mandiri dalam belajar, jadi ini <em>student-centered learning<\/em>,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><strong>Pendidikan Indonesia: Ketidakmerataan Akses dan Mutu<\/strong><\/p>\n<p>Pemaparan dilanjutkan oleh Pengamat Pendidikan Prof. Yudi Latif, Ph.D yang akan memaparkan tentang \u201cMengulas Situasi Kebijakan Dunia Pendidikan di Indonesia dan Strategi yang Ditetapkan Pemerintah Serta Kondisi di Lapangan\u201d.<\/p>\n<p>\u201cBukan saja kita mengalami kesenjangan dalam arti akses pendidikan, misalnya saja rasio guru dan murid, itu kalau kita lihat secara umum<em> national level<\/em>, rasio guru-murid di Indonesia itu jauh lebih baik dari Korea Selatan. Tapi kalau kita cek di lapangan, ternyata guru tidak tersebar secara merata. Guru kebanyakan terkonsentrasi di Jawa,\u201d ujar Prof. Yudi Latif, Ph.D.<\/p>\n<p>Ia berpendapat bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia itu maslah pemerataan. Konsekuensi dari ketidakmerataan ini adalah kesenjangan mutu pendidikan yang lebar. Akses dan mutu menjadi masalah besar, dan pandemi Covid-19 ini akan membuat kesenjangan makin lebar, ujarnya. Ia mengatakan pendidikan Indonesia harus lebih memperhatikan mereka yang tidak mendapat akses terhadap pendidikan.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Yudi Latif memaparkan bahwa pandemi Covid-19 ini menyadarkan ada banyak keragaman ruang, orang,, peradaban, dan politik pendidikan di Indonesia perlu menerapkan kebijakan asimetri. Salah satunya denga desentralisasi secara parsial, urusan sarana prasarana fisik diserahkan ke daerah, urusan pembinaan kurikulum dan guru jadi tanggung jawab pusat.<\/p>\n<p>Materi selanjutnya disampaikan oleh Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kerjasama, Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Katman, S.Pd, M.A yang akan membahas \u201cKebijakan dan Strategi Kemendiskbudristek dalam Mengimplementasikan Kebijakan Pemerintah Pusat dan Koordinasinya Pada Pemerintah Daerah, Para Pengelola Satuan Pendidikan dan Lainnya\u201d dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Dr. Jejen Musfah, M.A. yang akan membahas \u201cPeran PGRI Serta Program-Program yang Telah Dilaksanakan Untuk Mendukung Upaya Pemerintah Dalam Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURA NEWS, JAKARTA \u2013 Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) gelar seminar nasional bertajuk \u201cAntara SDGs dan COVID-19: Menyelamatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19\u201d pada Rabu, (30\/6). Seminar nasional ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung melalui kanal Youtube Edura TV. Ada empat narasumber yang dihadirkan untuk menjawab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2459,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2458"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2458"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2460,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2458\/revisions\/2460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}