{"id":2394,"date":"2021-06-17T23:39:15","date_gmt":"2021-06-17T16:39:15","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=2394"},"modified":"2021-06-18T15:14:32","modified_gmt":"2021-06-18T08:14:32","slug":"impresif-rias-fantasi-dan-fashion-show-di-penutupan-dies-natalis-unj-ke-57","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/06\/17\/impresif-rias-fantasi-dan-fashion-show-di-penutupan-dies-natalis-unj-ke-57\/","title":{"rendered":"Impresif! Rias Fantasi dan Fashion Show di Penutupan Dies Natalis UNJ ke-57"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program studi Tata Rias dan Tata Busana UNJ menampilkan kreativitas berupa Rias Fantasi dan Fashion Show di penutupan Dies Natalis UNJ ke 57 (17\/06). Rias Fantasi dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fashion Show<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menjadi salah satu acara yang sangat impresif hadir dalam penutupan Dies Natalis UNJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rias Fantasi menampilkan pelbagai kreativitas dalam bidang tata rias dengan mengadaptasi karakter dari film-film animasi. Kreativitas Rias fantasi wajah dan juga punggung<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0menambah kuat karakter yang diadaptasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gamora misalnya adalah karakter dari film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Guardian of The Galaxy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merupakan anak angkat dari Thanos. Riasan menggambarkan perjalanan hidup Gamora. Di tangan mahasiswa Tata Rias UNJ, karakter Gamora dengan pelbagai riasan yang hadir mulai dari warna merah dari rambut gamora menggambarkan masa kecilnya. Di wajahnya yang tampil setengah tengkorak itu juga menggambarkan perubahan karakter buruk dan baik Gamora.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">The Evil Queen yang diadaptasi dari karakter Film Snow White dihadirkan dengan riasan serba hitam dengan mahkota di kepalanya. Dengan apel ditangannya,menambah magis karakter ini begitu kuat dengan riasan wajah yang tergambar sangat antagonis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan karakter Frida Kahlo diadaptasi juga dengan riasan serba hitam, mahkota bunga berwarna merah dan kuning serta gitar kecil tradisional Meksiko turut memperkuat karakternya. Riasan ini menggambarkan bagaimana merayakan kematian untuk mengenang teman atau anggota keluarga yang telah meninggal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu masih ada karakter lainnya seperti Sally Face, Corey, Elsha, Tinkerbell, Jadis, Beast, Neytiri yang sangat impresif hadir dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fashion show<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Titin Supiani, S.Pd., M.Pd sebagai penilai sekaligus dosen sangat mengapresiasi atas hasil kreativitas para mahasiswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPandemi tidak menyurutkan kreativitas dari mahasiswa,\u201d ucap Titin Supiani yang sangat bergidik takjub atas penampilan para mahasiswa yang selama 2 tahun ini tidak tampil karena masa pandemi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun persiapan Rias Fantasi ini hanya dilakukan selama satu minggu, tampilan impresif kreativitas sangat memancar dari setiap karakter yang ditampilkan.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Titin juga menjelaskan sebetulnya ada 30 kreativitas yang sudah dibuat oleh para mahasiswa yang akan siap di launching 3 Juli 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan Tata Busana UNJ menampilkan Fashion Show dengan tema \u201cSvahili Sebuah Perjalanan\u201d. Pancaran motif-motif kain tradisional\u00a0 atau wastra nusantara terpancar dari busana yang ditampilkan. Ragam motif dari batik, lurik dan tenun menggambarkan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sentuhan dari penggalian tema wastra nusantara berakar dari kearifan lokal ini menjadikan busana-busana yang ditampilkan sangat memberikan motif yang sangat khas dari Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya penggalian wastra nusantara ini tidak kehilangan kesan modern dan kreativitas baru dari setiap busana yang ditampilkan mulai dari corak busana hijab dan busana keseharian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jeny Tjahyawati seorang desainer terkemuka menjelaskan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan adanya fashion show ini diharapkan mampu mendongkrak kreativitas industri kreatif dan\u00a0 fashion di masa pandemi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus menggali kain-kain wastra nusantara yang indah yang tidak dimiliki oleh negara lain,\u201d ucap Jeny Tjahyawati memotivasi para mahasiswa Tata Busana UNJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Sementara Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si mengapresiasi atas penampilan yang ditunjukan oleh mahasiswa Program Studi Tata Rias dan Program Studi Tata Busana\u00a0 berupa Rias Fantasi dan Fashion Show di acara penutupan Dies Natalis UNJ ke-57.<\/p>\n<p>\u201cRias Fantasi dan Fashion Show yang ditampilkan mahasiswa UNJ ini merupakan salah satu unggulan yang dimiliki oleh prodi yang ada di UNJ. Semoga kreasi mahasiswa Program Studi Tata Rias dan Program Studi Tata Busana Fakultas Teknik UNJ ini dapat berkontribusi dan mengembangkan dunia seni rias fantasi maupun dunia mode di Indonesia maupun internasional\u201d, ungkap Rektor UNJ dengan bangga atas penampilan Rias Fantasi dan Fashion Show di acara penutupan Dies Natalis UNJ ke-57.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program studi Tata Rias dan Tata Busana UNJ menampilkan kreativitas berupa Rias Fantasi dan Fashion Show di penutupan Dies Natalis UNJ ke 57 (17\/06). Rias Fantasi dan Fashion Show ini menjadi salah satu acara yang sangat impresif hadir dalam penutupan Dies Natalis UNJ.\u00a0 Rias Fantasi menampilkan pelbagai kreativitas dalam bidang tata rias dengan mengadaptasi karakter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2395,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2394"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2394"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2405,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2394\/revisions\/2405"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}