{"id":1994,"date":"2021-04-22T17:40:56","date_gmt":"2021-04-22T10:40:56","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=1994"},"modified":"2021-05-21T13:44:04","modified_gmt":"2021-05-21T06:44:04","slug":"akselerasi-potensi-ekonomi-pertahanan-dan-pendidikan-bahari-di-perbatasan-mesti-ditingkatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2021\/04\/22\/akselerasi-potensi-ekonomi-pertahanan-dan-pendidikan-bahari-di-perbatasan-mesti-ditingkatkan\/","title":{"rendered":"Potensi Ekonomi Bahari, Pertahanan dan Pendidikan di Perbatasan Menjadi Fokus Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p><b>EDURANEWS, JAKARTA- <\/b>Pusat Penelitian Sosial, Humaniora, Ekonomi LPPM UNJ dan <span style=\"font-weight: 400;\">MKU Pendidikan Kewarganegaraan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">UNJ mengadakan Webinar dengan tajuk \u201cIsu Perbatasan NKRI\u201d (18\/4). Menghadirkan Prof. Henry Eryanto dari Fakultas Ekonomi, Heriyadi selaku Perwira Menengah di Mabes TNI, Muhammad Zid dosen Pendidikan Geografi UNJ, serta Fauzan pengamat perbatasan Hubungan Internasional UPN Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi dan nilai ekonomi menjadi sorotan Prof. Henry di Kepulauan Riau misalnya memiliki potensi yang dapat memaksimalkan pendapatan daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi ada ekonomi bahari yang dapat dikembangkan,\u201d ucap Prof. Henry. Merujuk data BPS mengenai perikanan yang dihasilkan dalam budidaya dan tangkapan Prof. Henry meyakinkan dalam perkembangan ekonomi bahari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Henry juga menekankan kepada pelatihan, modal, teknologi, koperasi, dan juga kemampuan nelayan menjadikan perikanan menjadi Agroindustri. Wisata bahari juga dapat mendukung industri dalam pariwisata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProduk dan daya tarik wisata bahari dapat dikaitkan dengan model perekonomian masyarakat,\u201d kata Prof. Henry.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Prof. Henry Masyarakat pesisir juga memiliki model ekonomi untuk meningkatkan ekonomi yang produktif. Koperasi sampai dengan industri rumah tangga\u00a0 memiliki potensi yang dapat meningkatkan ekonomi pesisir. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Menciptakan kesejahteraan bisa dimulai dari masyarakat pesisir,&#8221; Prof. Henry menekankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pertahanan di Perbatasan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman Heriyadi selaku perwira menengah yang ditugaskan ke daerah perbatasan menekankan pada strategi pertahanan di daerah perbatasan negara. Strategi ini dapat digunakan untuk mengurai masalah di perbatasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasalahnya kompleks harus didekati secara terpadu dan terintegrasi,\u201d ucap Heriyadi. Hal-hal yang terkait dengan ancaman non militer juga menjadi isu di perbatasan. Pendekatan HANKAM hanya menjadi salah satu cara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertahanan negara secara dasar hukum seorang tentara harus tahu mengapa ditugaskan ke daerah perbatasan. UU No 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. Juga Undang-Undang No 3 Tahun 2002 Tentang Sistem Pertahanan Negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSistem pertahanan mensyaratkan dukungan seluruh potensi sumber daya nasional,\u201d kata Heryadi. Tugas TNI dirancang bersama rakyat dalam menjaga kedaulatan negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amatan Heryadi mengenai tugas-tugas non militer seperti bantuan kepada pemda, bencana menjadi bagian yang penting dalam menyikapi permasalahan di perbatasan. Nawacita menjadi penting bahwa perbatasan menjadi citra negara dan basis pertahanan dari pelbagai propaganda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Heryadi teringat dengan pengamatan Prof. Miriam Budiardjo mengenai pengalaman di Timor-Timur. Ketika itu Prof. Miriam Budiardjo menyimpulkan bahwa secara militer Indonesia menang tetapi Indonesia kalah dalam memenangkan hati rakyat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPerbatasan antar negara bukan hanya menjaga keutuhan tetapi juga merawat dan memberdayakan potensi di wilayah perbatasan,\u201d ucap Heryadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Fokus Pendidikan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Zid selaku akademisi dan dosen Geografi memiliki pengalaman dalam 3 perbatasan\u00a0 di Kalimantan Barat. Isu tenaga kerja, dampak ekonomi, pertahanan, nasional, dan juga pendidikan yang menjadi fokus penelitian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Zid mengatakan isu perbatasan bersifat fluktuatif. Isu batik dan kesenian misalnya menjadi perdebatan menarik dalam klaim kebudayaan dengan Malaysia.\u00a0 Ketika memasuki lintas batas Muhammad Zid memasuki distrik di Kemiri yang terjadi perbedaan wilayah Entikong tidak teratur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBetapa kontrasnya daerah perbatasan dengan Malaysia,\u201d ungkap Muhammad Zid dalam penelitian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu sentral tenaga kerja berkaitan dengan pusat pertumbuhan yang terjadi di daerah perbatasan, Muhammad Zid melihat langsung bagaimana tenaga kerja ini masuk ke dalam perkebunan kelapa sawit yang terbilang ilegal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDampaknya produk-produk Malaysia masuk,\u201d Ucap Muhammad Zid dalam temuan penelitian. Misalnya gula pasir memiliki perbedaan harga. Listrik dan jalan menjadi fokus yang harus ditingkatkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Literasi geografi dan melek geografi di perbatasan sangat tinggi di daerah perbatasan. Muhammad Zid menyatakan indikator batas-batas wilayah murid-murid mengetahui perbatasan itu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiswa-siswa di sana menyadari aksesibilitas menjadi pintu utama untuk lebih mengenal Malaysia dibanding Indonesia,\u201d kata Muhammad Zid.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Konflik diperbatasan terutama isu laut china selatan menambah potensi konflik di kawasan.<\/p>\n<p>&#8220;Ada overclaim dari China mengenai perbatasan laut dengan negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia,&#8221; ucap Fauzan.<\/p>\n<p>Fauzan mengamati maraknya aktivitas lintas batas ilegal dan potensi penyebaran Covid 19 menjadi isu yang tak bisa diabaikan. Jalur tikus menjadi sorotan yang mesti diperhatikan.<\/p>\n<p>&#8220;Membanjirnya pekerja migran Indonesia yang dipulangkan,&#8221; kata Fauzan. Juga akan mempengaruhi pasokan kebutuhan pokok terganggu serta pasokan material pembangunan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDURANEWS, JAKARTA- Pusat Penelitian Sosial, Humaniora, Ekonomi LPPM UNJ dan MKU Pendidikan Kewarganegaraan UNJ mengadakan Webinar dengan tajuk \u201cIsu Perbatasan NKRI\u201d (18\/4). Menghadirkan Prof. Henry Eryanto dari Fakultas Ekonomi, Heriyadi selaku Perwira Menengah di Mabes TNI, Muhammad Zid dosen Pendidikan Geografi UNJ, serta Fauzan pengamat perbatasan Hubungan Internasional UPN Yogyakarta. Potensi dan nilai ekonomi menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1995,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[20,8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1994"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2207,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions\/2207"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}