{"id":1018,"date":"2020-11-23T07:49:39","date_gmt":"2020-11-23T07:49:39","guid":{"rendered":"http:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/?p=1018"},"modified":"2020-11-23T07:49:41","modified_gmt":"2020-11-23T07:49:41","slug":"sekolah-dan-kursus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/2020\/11\/23\/sekolah-dan-kursus\/","title":{"rendered":"Sekolah dan Kursus"},"content":{"rendered":"\n<p>Di zaman tahun 70an, kursus &#8220;kesaktian&#8221; mencari kerja banyak dibuka. Ada 3 ketrampilan yang dicari sebagai kesaktian, yaitu mengetik, tata buku\/akuntansi dan bahasa Inggris. Lulusan SMA dengan tambahan 3 bekal tersebut, rasanya lapangan kerja terbuka lebar. Meskipun sangat dicari di dunia kerja, namun sekloah tidak pernah &#8220;serius&#8221; dalam meningkatkan performa siswa dalam 3 hal tersebut. Sekolah asyik dengan dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring teknologi berjalan kursus mengetik lenyap seiring &#8220;keusangan&#8221; mesin ketik, demikian pula kursus akuntansi. Hanya kursus bahasa Inggris yang tersisa. Dari pengamatan subyektif saya terhadap pengalaman saya dan anak-anak saya, sepertinya tetap saja sekolah &#8220;kurang serius&#8221;, mengajarkan pelajaran bahasa Inggris yang mendorong kompetensi siswa dapat &#8220;ngomong&#8221; dalam bahasa Inggris. Siswa SLTA yang piawai berbahasa Inggris, biasanya hasil dari luar sekolahnya, melalui kursus-kursus. Sepertinya sekolah asyik dengan dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak sekolah meskipun sudah ada standar kelulusan dari sekolah sesuai standar, tetap saja harus &#8220;jajan&#8221; keterampilan di lembaga kursus.<\/p>\n\n\n\n<p>Di era 80-an ketika komputer banyak dipergunakan di dunia kerja, maka berbondong-bondong kursus komputer, dan sekali lagi sekolah &#8220;terlambat&#8221; menyiapkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di zaman medsos, google dan YouTube, siswa dapat &#8220;pinter&#8221; urusan komputer secara otodidak, meskipun tanpa ada sertifikat. Kursus komputerpun lenyap, karena tidak laku.<\/p>\n\n\n\n<p>Di masa mendatang katanya dibutuhkan <em>power skills<\/em>, di mana terdiri dari 3 skills, yaitu, <em>soft skills<\/em>, <em>thinking skills<\/em> dan <em>digital skills<\/em>, itu yang saya kutip dari <a href=\"http:\/\/Forbes.com\">Forbes.com<\/a> bulan Januari 2020 yang lalu. Terus apa yang telah disiapkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Terus sekolah harus ngapain ya? Apakah akan melakukan hal yang sama seperti dahulu?<\/p>\n\n\n\n<p>Biarlah orang yang dibayar yang memikirkannya. Kenapa saya yang harus ikut mikir ya?<\/p>\n\n\n\n<p>Saya selalu mendendangkan lagu berbahasa Italia, baitnya berbunyi:<\/p>\n\n\n\n<p>Che sara, Che sara<\/p>\n\n\n\n<p>Rimane la speranza<\/p>\n\n\n\n<p>Apapun yang terjadi<\/p>\n\n\n\n<p>Harapan tetap ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Semangat hari Senin.<\/p>\n\n\n\n<p>BSA\/27\/7\/20<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di zaman tahun 70an, kursus &#8220;kesaktian&#8221; mencari kerja banyak dibuka. Ada 3 ketrampilan yang dicari sebagai kesaktian, yaitu mengetik, tata buku\/akuntansi dan bahasa Inggris. Lulusan SMA dengan tambahan 3 bekal tersebut, rasanya lapangan kerja terbuka lebar. Meskipun sangat dicari di dunia kerja, namun sekloah tidak pernah &#8220;serius&#8221; dalam meningkatkan performa siswa dalam 3 hal tersebut. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1019,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":""},"categories":[15,4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1018"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1018"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1020,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1018\/revisions\/1020"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/edura-news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}