{"id":2587,"date":"2026-04-14T10:16:18","date_gmt":"2026-04-14T10:16:18","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/?post_type=product&#038;p=2587"},"modified":"2026-04-14T10:16:18","modified_gmt":"2026-04-14T10:16:18","slug":"earth-voice","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/product\/earth-voice\/","title":{"rendered":"EARTH VOICE"},"content":{"rendered":"<p>Penggunaan bahasa Indonesia dalam puisi modern Indone sia saat ini telah banyak mengalami perkembangan. Bahasa  Melayu pada awal abad ke-20 sudah memberikan pengaruh  awal yang besar dalam kelahiran puisi modern Indonesia. Pada era 1970-an penggunaan bahasa Indonesia dari genera si baru urban Jakarta mulai menguat. Kini, pada era internet,  puisi Indonesia makin mengadopsi bahasa Indonesia ragam informal yang semakin mencair, menembus batas-batas generasi, ras, etnis, kelas, dan gender. Saya berupaya mengambil  jejak-jejak perkembangan itu dalam proses penerjemahan  antologi puisi ini. Misalnya, dalam puisi \u201cMonolog untuk Po hon Terakhir di Bumi\u201d saya mengadopsi gaya puisi modern  awal Indonesia dengan memperkuat nuansa alam-romantik  puisi ini. Berbeda dengan itu, dalam puisi \u201cBinasa\u201d, misalnya, saya lebih mengadopsi gaya puisi Indonesia era 1970-an yang lebih bebas dalam struktur dan tajam dalam ironi. Akhirnya, gaya mutakhir saya cobakan ke dalam puisi \u201cLumut\u201d dan \u201cBuka Dong Mata Lu\u2026\u201d yang lebih leluasa dalam  menggunakan bahasa informal, terutama bahasa anak muda urban Jakarta. Saya berharap upaya penerjemahan ini dapat menjadi salah satu jalan bagi dialog kebudayaan yang lebih intim antara Australia dan Indonesia. <\/p>\n<p>(Catatan Penerjemah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cetakan Pertama, Mei 2026<\/p>\n","protected":false},"featured_media":2588,"template":"","meta":[],"product_cat":[141],"product_tag":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product\/2587"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/product"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product_cat?post=2587"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product_tag?post=2587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}