{"id":2241,"date":"2025-05-22T09:14:43","date_gmt":"2025-05-22T09:14:43","guid":{"rendered":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/?post_type=product&#038;p=2241"},"modified":"2025-11-05T10:18:08","modified_gmt":"2025-11-05T10:18:08","slug":"menghindari-bencana-demografi-strategi-mengubah-bonus-demografi-menjadi-pertumbuhan-ekonomi","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/product\/menghindari-bencana-demografi-strategi-mengubah-bonus-demografi-menjadi-pertumbuhan-ekonomi\/","title":{"rendered":"Menghindari Bencana Demografi: Strategi Mengubah Bonus Demografi Menjadi Pertumbuhan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p>SINOPSIS<\/p>\n<p>Bonus demografi bisa menjadi anugerah atau kutukan\u2014tergantung<br \/>\npada bagaimana sebuah bangsa mengelolanya.<br \/>\n     Ledakan usia produktif seharusnya menjadi mesin pertumbuhan<br \/>\nekonomi. Namun potensi itu hanya bisa terwujud bila seluruh elemen<br \/>\nmasyarakat terlibat aktif dalam roda ekonomi. Salah satu indikator<br \/>\nutamanya adalah konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari<br \/>\nseparuh GDP Indonesia. Maka, menjaga agar masyarakat tetap aktif secara<br \/>\nsosial dan ekonomis menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.<br \/>\n     Di tengah momentum bonus demografi, Indonesia menghadapi<br \/>\ntantangan besar: kualitas SDM yang belum sepenuhnya siap, rendahnya<br \/>\npenyerapan tenaga kerja terdidik, serta tekanan dari teknologi, robotisasi,<br \/>\ndan kecerdasan buatan yang kian menyempitkan peluang kerja di sektor<br \/>\nformal.<br \/>\n     Ironisnya, sektor informal justru tumbuh pesat dan menjadi penopang<br \/>\nutama kehidupan masyarakat. UMKM, aktivitas komunitas, dan gig<br \/>\neconomy terus berkembang, seiring dengan perubahan karakter generasi<br \/>\nmuda yang semakin memilih jalur kerja yang fleksibel, mandiri, dan<br \/>\nberbasis minat.<br \/>\n     Di sinilah muncul paradoks ketenagakerjaan: teori bonus demografi<br \/>\nmenyatakan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi hanya dapat<br \/>\ndimanfaatkan jika negara mampu mempersiapkan SDM unggul,<br \/>\nmenciptakan lapangan kerja produktif, dan membangun infrastruktur<br \/>\nteknologi untuk menopang sektor formal yang berdaya saing. Namun<br \/>\nkenyataannya, justru sektor informal, UMKM, dan aktivitas ekonomi<br \/>\nberbasis komunitaslah yang menjadi penopang utama kehidupan ekonomi<br \/>\nmasyarakat.<br \/>\n     Buku ini menawarkan pendekatan eventonomics\u2014strategi ekonomi<br \/>\nberbasis aktivitas, komunitas, dan partisipasi. Dengan mengaktifkan<br \/>\npotensi lintas generasi melalui hobi, keterampilan, dan aktivitas sosial, kita<br \/>\ndapat menggerakkan ekonomi dari bawah ke atas. Inilah salah satu kunci<br \/>\nstrategis untuk memanfaatkan bonus demografi \u2014bukan dengan<br \/>\nmenunggu industri besar menciptakan lapangan kerja, tetapi dengan<br \/>\nmemberdayakan aktivitas ekonomi dari bawah, menuju visi Indonesia<br \/>\nEmas 2045. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul: Menghindari Bencana Demografi:<br \/>\nStrategi Mengubah Bonus Demografi Menjadi<br \/>\nPertumbuhan Ekonomi<br \/>\n(Menyalakan Potensi Generasi Emas Lewat Eventonomics)<br \/>\n\u00a9 UNJ Press, 2025<br \/>\nPenulis:<br \/>\nEndan Suwandana, S.T., M.Sc., Ph.D.<br \/>\nDr. Munawar Asikin, S.Si., M.S.E.<br \/>\nKadir Ruslan, SST, MAppl.Ecmets.<\/p>\n<p>Disain Cover dan Perwajahan Isi:<br \/>\nAbu Naisma (Gambar cover oleh ChatGPT dan Canva)<\/p>\n<p>Cetakan Pertama, Mei 2025<br \/>\nxviii + 101 halaman<br \/>\nUkuran 14,8 x 21 cm (A5)<br \/>\n1. Bonus Demografi, 2. Ekonomi Berbasis Aktivitas, 3. Talenta<br \/>\nEkonomi, 4. Transformasi Sektor Informal, 5. Eventonomics<br \/>\nSitasi:<br \/>\nSuwandana, E. Munawar, A, Ruslan, K. 2025. Menghindari Bencana<br \/>\nDemografi: Strategi Mengubah Bonus Demografi Menjadi<br \/>\nPertumbuhan Ekonomi. (S. M. Adioetomo, Ed.). UNJ Press, Jakarta,<br \/>\n101 p.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":2476,"template":"","meta":[],"product_cat":[80,120,102],"product_tag":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product\/2241"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/product"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product_cat?post=2241"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edura.unj.ac.id\/\/unjpress\/wp-json\/wp\/v2\/product_tag?post=2241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}