Best Seller

Penerimaan Nahdlatul Ulama Terhadap Pancasila Dinamika, Argumentasi, dan Implikasinya

Availability: Out of stock

Rp69.000

Stok habis

Kategori:

SINOPSIS

Hubungan antara Islam dan negara selalu menjadi salah satu perdebatan paling mendasar dalam sejarah Indonesia. Di titik temu perdebatan itulah Nahdlatul Ulama (NU) memainkan peran yang sangat menentukan. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU tidak hanya menjadi aktor sosial-keagamaan, tetapi juga penentu arah penting dalam merawat harmoni antara keislaman dan kebangsaan. Buku NU dan Penerimaan Pancasila menghadirkan kajian historis, teologis, dan sosiopolitik yang mendalam tentang bagaimana dan mengapa NU menerima Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Buku ini menunjukkan bahwa penerimaan NU terhadap Pancasila bukanlah keputusan instan atau sekadar kompromi politik jangka pendek. Ia merupakan hasil dari dialektika panjang antara ajaran Islam, realitas kemajemukan bangsa, serta dinamika kekuasaan dan perubahan zaman. Melalui penelusuran sejarah sejak masa perumusan dasar negara, sidang Konstituante era Orde Lama, tekanan ideologis Orde Baru, hingga konsolidasi demokrasi pada masa Reformasi, pembaca diajak memahami evolusi sikap NU secara utuh dan berlapis.

Dengan pendekatan akademik yang kuat, buku ini mengurai bagaimana NU—yang berakar pada tradisi Ahlusunah wal Jamaah—menafsirkan Pancasila bukan sebagai ideologi sekuler yang bertentangan dengan Islam, melainkan sebagai kalimatun sawa’, kesepakatan kebangsaan yang sejalan dengan nilai-nilai universal Islam. Konsep-konsep kunci seperti mu’ahadah wathaniyyah (perjanjian kebangsaan), darus shulh (negara damai), Islam Nusantara, serta prinsip moderasi (tawasuth), toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan keadilan (ta’adul) diuraikan sebagai fondasi teologis dan kultural penerimaan NU terhadap Pancasila.

Buku ini juga secara jujur membahas perdebatan internal dan eksternal yang menyertai keputusan besar NU, termasuk tudingan pragmatisme politik, tekanan rezim, serta resistensi dari kelompok Islam transnasional yang menolak Pancasila. Di tengah tantangan radikalisme, puritanisme, dan fragmentasi identitas keagamaan di era globalisasi dan digitalisasi, NU dipotret sebagai penjaga moderasi Islam dan benteng ideologis kebangsaan yang berupaya menjaga keseimbangan antara iman dan persatuan nasional.

Lebih dari sekadar kajian sejarah, buku ini menempatkan NU sebagai sebuah cara pandang—sebuah paradigma keislaman yang hidup dalam praktik sosial, pendidikan, budaya, dan kebijakan publik. NU tidak hanya menerima Pancasila secara normatif, tetapi juga menginterpretasikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata umat, menjadikannya relevan bagi masyarakat majemuk Indonesia.

NU dan Penerimaan Pancasila merupakan bacaan penting bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, aktivis keagamaan, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang ingin memahami relasi Islam dan negara secara lebih jernih, adil, dan mendalam. Buku ini menegaskan satu pesan utama: bahwa Islam dan Pancasila bukanlah dua kutub yang saling meniadakan, melainkan dua fondasi yang dapat saling menguatkan dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Loading...