SINOPSIS
Di tengah dunia yang terus dilanda perang, perubahan iklim ekstrem, krisis energi, hingga disrupsi rantai pasok global, satu kenyataan menjadi semakin jelas: pangan adalah pilar pertahanan sebuah bangsa. Tanpa ketersediaan pangan yang stabil, sebuah negara mudah diguncang gejolak sosial, tertekan secara ekonomi, dan kehilangan daya tawar dalam percaturan geopolitik. Buku ini mengupas secara mendalam bagaimana dinamika pangan global yang rapuh dapat berdampak langsung pada stabilitas nasional, serta mengapa Indonesia harus bergerak cepat membangun ketahanan pangan yang kokoh.
Melalui analisis tajam dan berbasis data terkini, buku ini memotret secara jernih posisi Indonesia yang berada di persimpangan—memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan tropis dunia, tetapi juga dibebani kerentanan struktural: ketergantungan impor komoditas strategis seperti gandum dan kedelai, alih fungsi lahan pertanian, rantai distribusi yang timpang, hingga ancaman stunting dan daerah rawan pangan. Fakta-fakta ini disajikan dengan gamblang untuk menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan lagi persoalan sektor pertanian, tetapi menyangkut perdamaian sosial, legitimasi politik, serta kekuatan pertahanan negara.
Di sinilah buku ini menawarkan perspektif baru: ketahanan pangan dari sudut pandang pertahanan udara. TNI Angkatan Udara memainkan peran strategis yang kerap luput dari sorotan publik—mulai dari mobilitas udara yang menjangkau wilayah 3T, dukungan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), distribusi logistik saat bencana, pengembangan lahan produktif di pangkalan udara, hingga diplomasi udara dalam kerja sama internasional. Melalui berbagai studi kasus nyata, buku ini menunjukkan bagaimana kekuatan udara dapat menjadi penopang vital dalam memastikan ketersediaan pangan bagi rakyat, sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Lebih dari itu, buku ini menghadirkan visi strategis menuju Indonesia Emas 2045: bagaimana kolaborasi lintas sektor—pemerintah, TNI, akademisi, swasta, dan masyarakat—dapat menjadi fondasi kokoh bagi kemandirian pangan jangka panjang. Inovasi teknologi seperti AI untuk pertanian militer, drone logistik, digitalisasi distribusi, hingga konsep pangkalan sebagai lumbung pangan masa depan dibahas sebagai peluang besar yang belum banyak dieksplorasi.
Dengan gaya penulisan yang jernih dan argumentasi berbasis fakta global, nasional, hingga teknis operasional, buku ini menjadi referensi penting bagi para pengambil kebijakan, aparat pertahanan, akademisi, dan siapa pun yang percaya bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kemampuan kita menjaga pangan dan kedaulatan negeri ini. Sebuah bacaan strategis yang menghubungkan langit, bumi, dan perut rakyat—menegaskan bahwa pangan tangguh adalah syarat mutlak untuk pertahanan yang kuat.
Dari Kokpit Angkatan Udara: Pangan Tangguh, Pertahanan Kuat
Availability:
Out of stock
Rp69.000
Stok habis

